Scroll to Top

PSSI Tandingan Berharap FIFA Hidupkan Komite Normalisasi

By Aditya / Published on Wednesday, 06 Jun 2012

PSSI tandingan

PSSI tandingan hasil KLB versi KPSI pimpinan La Nyalla Mattalitti tampaknya mengharapkan FIFA akan memerintahkan agar menghidupkan kembali Komite Normalisasi untuk menyelesaikan kisruh di persepakbolaan Indonesia. Jika itu terjadi, maka PSSI tandingan berharap semua pihak harus bisa menerimanya dengan hati besar.

”Jika FIFA menginginkan adanya KN (Komite Normalisasi), maka Indonesia harus patuh. Semua pihak harus berlapang dada dalam menyikapinya,” tandas Anggota Komite Eksekutif PSSI tandingan, Jamal Azis, di Jakarta, Selasa (5/6/2012).

Jamal Azis yang juga tercatat sebagai anggota DPR-RI itu mengingatkan bahwa Komite Normalisasi yang pernah dibentuk sebelumnya dengan pimpinan Agum Gumelar sama sekali belum dibubarkan. Oleh karena itu, Jamal Azis menilai, Komite Normalisasi masih bisa dihidupkan kembali apabila FIFA menghendakinya.

”Yang perlu diingat, KN belum sekali pun pernah dibubarkan. Artinya, tugas KN belum selesai dan bisa mulai bekerja sewaktu-waktu FIFA menginginkannya,” ujar Jamal Azis.

Salah satu tugas Komite Normalisasi, lanjut Jamal Azis, adalah mengevaluasi kinerja PSSI setelah Djohar Arifin Husin terpilih menjadi Ketua Umum PSSI melalui KLB di Solo untuk menggantikan posisi Nurdin Halid.

”Tugas KN juga meliputi pengawasan terhadap kepengurusan Djohar Arifin Husin yang dihasilkan melalui KLB pada 9 Juli 2011 tersebut,” kata Jamal Azis.

Saat ini Indonesia masih menunggu keputusan resmi FIFA terkait dengan kisruh sepakbola yang terjadi di Indonesia. FIFA sendiri telah memberikan batas waktu kepada PSSI untuk menyelesaikan dualisme kompetisi hingga 15 Juni 2012 mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda