Scroll to Top

PSSI: Belajar Dari Brasil Dan Jerman Mengenai Pembibitan Pemain Muda

By Agus Prasetyo / Published on Thursday, 07 Jun 2012

PSSI Kompetisi

PSSI melalui situs resminya mengakui bahwa Indonesia harus belajar dari Brasil dan Jerman mengenai pembibitan pemain muda.  Pembinaan sepakbola usia dini memang menjadi fokus utama PSSI Djohar Arifin, guna mendorong terbentuknya tim nasional yang berkualitas.

Federasi Sepakbola Brasil (Confederacao Brasileira de Futbol/CBF) menerapkan sistematika pembinaan terukur mulai 10, 13, 15, 17 dan 20 tahun. CBF secara resmi membuat aturan agar semua klub-klub divisi utama harus melaksanakan program pembinaan sejak usia dini.

Untuk menstimulus keterbukaan bagi sebanyak mungkin anak-anak belia mendaftar ke akademi sepakbola klub-klub elit, CBF mengucurkan subsidi 38.000 dolar AS/tahun setiap klub. Jumlah ini dapat dikompensasi dengan pendapatan klub jika melesat diatas 15% dari target tahunan.

Melalui sistematika pembinaan inilah, akhirnya bermunculan bintang-bintang besar seperti Sico, Socrates, Romario, Ronaldo, Ronaldinho, Kaka, Neymar dan seterusnya. Nyatanya, Brasil memang tidak pernah kekurangan pemain bintang dari masa ke masa.

Hal yang hampir sama juga diterapkan oleh Federasi Sepakbola Jerman (Deutcher Fussball Bund/DFB). Hanya saja di Jerman, DFB mewajibkan semua klub Bundesliga menyisihkan 10% keuntungan untuk pembinaan usia muda.

Dengan kebijakan ini, tidak kurang dari 1900 pemain usia 12-14 tahun tersaring masuk akademi-akademi klub Bundesliga setiap tahunnya. Maka mudah dibayangkan, jika timnas Jerman juga tidak pernah kehabisan pemain bintang dari waktu ke waktu.

Nama-nama bintang belia timnas Jerman, seperti Mario Goetze, Marcus Reus, ataupun Toni Kroos, lahir dari pola pembinaan terukur ala DFB. Goetze dan rekan-rekannya mudanya diprediksi akan mencapai kecemerlangan di Piala Eropa 2012. Pelatih Jerman, Joachim Leow bahkan berjanji akan memainkan lebih banyak pemain muda.

PSSI Djohar Arifin pun berupaya meniru apa yang sudah dilakukan Brasil ataupun Jerman untuk pembinaan usia dini di Indonesia. Kondisinya memang tidak persis sama, tetapi pembinaan yang terukur dengan semangat yang fokus dipercaya pembinaan usia muda bisa lebih terarah.

Bagi PSSI saat ini kita harus memadukan kekuatan dan tekad ke satu tujuan. Apalagi saat ini Timnas U-14 baru saja mencatat hasil mengesankan di Kinabalu, Malaysia dan timnas U-17 mengukir hasil membanggakan di Hongkong beberapa waktu lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda