Scroll to Top

Minum Suplemen Kalsium Mungkin Picu Serangan Jantung

By Ilham Choirul / Published on Friday, 08 Jun 2012

suplemen

Meminum suplemen kalsium diduga memiliki hubungan terhadap terjadinya serangan jantung. Demikian meurut studi yang dimuat dalam jurnal medis Heart. Semakin tinggi dosisnya, peluang terkena serangan jantung juga meningkat.

Penelitian melibatkan sekitar 24 ribu pria dan wanita di Jerman selama kurang lebih 11 tahun. Peserta diminta untuk selalu mencatat makanan, vitamin, dan suplemen yang dikonsumsi. Di sinilah peneliti menemukan indikasi bahwa 86 persen peserta yang rutin minum suplemen kalsium punya risiko tinggi mengalami serangan jantung.

Risiko ini terjadi hanya untuk yang mengonsumsi kalsium dalam bentuk suplemen. Sementara mereka yang mendapatkan kalsium dari bahan makanan memiliki risiko yang cukup rendah.

Memang untuk saat ini, orang cenderung mengganti kebutuhan kalsium mereka lewat suplemen. Cara mengonsumsi lebih praktis. Dengan begitu, sebagian orang malah meninggalkan makanan dan minuman yang mengandung zat bergizi ini.

Dikutip dari She Knows, wanita adalah pihak yang mungkin kerap diberikan resep suplemen kalsium untuk menjaga kesehatan tulangnya dari osteoporosis dan osteopenia. Mereka sering disarankan untuk minum tablet atau kapsul kalsium hingga dosis 500-600 miligram. Padahal, minum suplemen ini mesti dibatasi dosisnya agar tidak menimbulkan masalah di ginjal dan darah penuh denga kandungan kalsium.

Lonjakan kalsium dalam sistem tubuh inilah yang dimungkinkan turut memengaruhi serangan jantung. Kalsum bersama kolesterol dan zat lain yang berhubungan dengan peningkatan risiko jantung dapat membuat pengerasan dan penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis). Dan, peningkatan kalsium yang datang secara tiba-tiba, turut menjadi pemicu untuk menjadi plak di ateri.

Kalsium adalah nutrisi yang penting. Namun, usahakan untuk mendapatkannya dari makanan atau minuman. Mengonsumsi suplemen kalsium sebaiknya tidak terlalu tinggi dosisnya.

“Kita mungkin tidak perlu memakan mega-dosis dari kalsium, dan rekomendasi saat ini dapat dipenuhi dengan diet seimbang yang mencakup susu (rendah lemak) dan produk susu,” kata Sabine Rohrmann, Ph.D, peneliti dan ahli epidemiologi di University of Zurich, Swiss, seperti dikutip CNN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda