Scroll to Top

Jelang Ukraina vs Prancis: Tuan Rumah Usung Semangat Kebersamaan

By Wan Faizal / Published on Friday, 15 Jun 2012

Ukraina

Aksi heroik ditunjukkan anak-anak Ukraina di laga pertama Grup D Euro 2012 kontra Swedia.  Sempat tertinggal satu gol, anak asuh Oleg Blokhin bangkit bersama dan mencetak dua gol untuk membawa pulang tiga angka. Ya, etos kerja seperti itulah, kebersamaan dan kekeluargaan, yang akan kembali diusung Ukraina jelang laga versus Prancis di laga kedua malam nanti.

Di pertandingan pertama, sebagian orang mungkin tak percaya Ukraina bisa menang atas Swedia. Materi pemain Ukraina bisa dibilang minim nama besar seperti Zlatan Ibrahimovic, Kim Kallstrom, Johan Elmander, Sebastian Larsson, Olof Mellberg dkk.

Namun, Ukraina menutupinya dengan semangat kebersamaan antar rekan setim, ofisial, dan juga para fans. Hal itulah yang mereka anggap sebagai kunci kemenangan atas Swedia di Olympic Stadium Kiev.

“Semua pemain, staf, dan fans di stadion bersatu. Itulah kenapa kami bisa menang lawan Swedia. Kami selalu ingin menang. Kami mencetak beberapa peluang, namun tertinggal lebih dulu, dan pada akhirnya berbalik unggul dengan karakter kami,” tutur gelandang Anatoliy Tymoshchuk di situs resmi UEFA.

“Rasa emosi yang ada sangat unik, nyaris sama seperti di Piala Dunia 2006, tapi bedanya kini kami bermain di rumah sendiri. Semua pemain merasakan dukungan yang hebat dari fans.”

Ukraina 2-1 Swedia

Kini, semangat kebersamaan itu akan coba diusung lagi oleh skuad Ukraina dalam laga yang akan berlangsung beberapa jam lagi di Donbass Arena, pukul 23.00 WIB.

“Kami hanya melihat tim ini sebagai sebuah tim, dengan perpaduan pemain muda bertalenta dan pemain tua berpengalaman. Kami semua bekerja untuk tujuan yang sama, yakni lolos dari grup ini.” Ujar Andriy Voronin.

Meski demikian, Blokhin juga mengingatkan anak asuhnya bahwa lawan yang kini dihadapi adalah Prancis. Kekuatan Swedia dan Prancis tentu tidak boleh disamakan mengingat Prancis punya materi pemain yang lebih merata di tiap lini.

“Kami baru memenangkan satu pertandingan. Jika kami kalah dalam dua laga berikutnya, kami tersingkir,” ujarnya.

“Kami seperti terbang ke bulan setelah kemenangan itu. Tapi setelahnya kami berpijak ke bumi lagi dan menyiapkan diri menghadapi Prancis,” tambah bek Taras Mikhalik.

Semua kini berada di tangan Ukraina sendiri. Secara skill, tentu para pemain tuan rumah kalah dibanding Prancis. Namun faktor kebersamaan antar pemain dan fans yang dimiliki Ukraina bisa menjadi faktor penentu hasil pertandingan nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda