Scroll to Top

APPI: Krisis Keuangan IPL Lebih Parah Dari ISL

By Aditya / Published on Saturday, 16 Jun 2012

APPI

Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) menilai bahwa krisis keuangan yang dialami klub-klub yang berlaga di Indonesia Premier League (IPL) lebih parah ketimbang klub-klub peserta Indonesia Super League (ISL). Oleh karena itu, APPI melaporkan masalah ini kepada PSSI selaku induk sepakbola tertinggi di Indonesia.

”Permasalahan justru banyak di sini (IPL). Makanya, kami melapor ke PSSI. Kami berharap mendapatkan progres secepatnya,” kata CEO APPI, Valentino Simanjuntak, di Jakarta, Jumat (15/6/2012).

Indikasi lebih parahnya krisis finansial klub IPL daripada klub ISL adalah hingga saat ini masih ada beberapa klub IPL yang belum melunasi gaji pemainnya. Selain itu, krisis keuangan klub IPL bahkan sampai membuat pemain mogok latihan. Hal ini tidak terjadi pada klub ISL meskipun ada beberapa klub yang juga mengalami kesulitan finansial.

Sejumlah klub IPL yang masih belum bisa membayar gaji pemain antara lain PSM Makassar, Persema Malang, Persija IPL, dan Bontang FC. Para pemain PSM Makassar bahkan sudah melakukan aksi mogok latihan karena gaji mereka yang belum juga dibayarkan. Jika persoalan ini terus berlarut-larut, APPI akan membawanya ke proses hukum.

”Jika tidak bisa diselesaikan, bisa dilanjutkan ke proses hukum,” tegas Valentino Simanjuntak.

APPI sendiri terdiri dari para pesepakbola dari semua kompetisi di Indonesia. Para anggota APPI tidak hanya dari klub ISL, melainkan juga dari klub IPL semisal Bima Sakti (Persema Malang), dan ada pula yang bermain di Divisi Utama PSSI seperti Kurniawan Dwi Yulianto (PPSM Magelang).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda