Scroll to Top

Tipe Orang yang Sebaiknya Tidak Dijadikan Sahabat Dekat

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 19 Jun 2012

sahabat

Keberadaan sahabat sama halnya dengan kehadiran keluarga. Saat berada jauh dari keluarga, sahabat merupakan pihak yang mampu mengisi kekosongan hati untuk bisa berbagi dan menolong. Bahkan, kedekatan seseorang dengan sahabat kerap lebih dekat dibandingkan dengan keluarga sendiri. Dalam arti, orang lebih mudah membuka diri menyeritakan permasalahan hidupnya kepada sahabat dibanding pada keluarga.

Namun, pilah-pilih sahabat itu penting. Sebab, banyak sahabat yang juga bertindak bagai “pagar makan tanaman”. Dia hanya bisa bersahabat karena untuk tujuan tertentu dan memanfaatkan persahabatan untuk kepentingan pribadi. Ada pula sahabat yang hobinya mengkhianati di balik kepeduliannya pada Anda.

Dikutip dari MSN, berikut ini tipe orang yang sebaiknya tidak dijadikan sahabat kental Anda:

  • Hanya ingin didengarkan curhatnya saja. Seorang sahabat harusnya bisa saling mendengarkan. Teman yang egois biasanya lebih suka cerita tentang dirinya didengarkan, namun cenderung cuek saat gantian Anda yang ingin curhat. Dia cenderung malas dalam menanggapi setiap untain kata yang Anda ucapkan. Sebaiknya, tidak perlu menjadikan orang seperti ini sebagai sahabat untuk curhat. Cukup jadikan teman biasa.
  • Enggan menolong. Keterkaitan hati antara dua orang seharusnya akan memunculkan sikap rela berkorban untuk menolong. Sahabat yang baik adalah yang mau saling menolong di saat senang maupun sedih. Kalau dia hanya ingin selalu ditolong dan egois, sebaiknya lupakanlah untuk menjadikannya teman dekat.
  • Tidak mampu menepati janji dan kepercayaan. Orang yang tidak bisa menepati janji adalah tipikal orang yang tidak bisa dipercaya. Janji di sini adalah janji dalam arti luar. Misalnya janji tidak membocorkan rahasia, janji terhadap ketepatan waktu, dan sebagainya. Kalau teman Anda tidak mampu menjaga rahasia Anda, kenapa mesti mempertahankannya sebagai sahabat dekat? Kepercayaan itu dibangun dengan kejujuran. Dan, teman seperti itu tidak bisa dipercaya lagi.
  • Kerap menempatkan Anda sebagai “terdakwa”. Contohnya adalah ketika sedang terjadi konflik di antara Anda berdua, dia selalu menyalahkan Anda. Dan, itu terus-menerus dilakukkannya agar posisinya aman sekalipun sebenarnya dia sendiri yang bersalah atas suatu masalah. Anda hanya dijadikan bulan-bulanan ocehannya kalau sedang konflik, dan itu membuat tidak nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda