Scroll to Top

Stres Bikin Kulit Keriput

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 19 Jun 2012

keriput

Kalau ingin kulit tetap kencang dan bebas masalah gangguan kulit, salah satu yang mesti Anda lakukan adalah menjaga kondisi pikiran untuk tetap rileks. Stres, atau bahkan depresi, akan mengganggu keseimbangan kerja hormon tubuh yang bisa menimbulkan efek kurang baik bagi kulit Anda. Jerawat yang matang, psoriasis, dan rosacea adalah beberrapa penyakit yang bisa muncul. Sedangkan, untuk urusan kecantikan, stres menimbulkan garis keriput pada kulit.

Menurut Dr. Papier, pengembang website Visualdxhealth, mengatakan, hubungan stres dengan masalah kulit terletak pada pengaruh kerja hormon kortisol. Orang dalam kondisi tertekan akan dengan mudah memroduksi hormon kortisol yang dapat menekan produksi kolagen. Kolagen dibutuhkan untuk mempertahankan elastisitas kulit. Efeknya, berkurangnya kolagen menyebabkan kulit kusam dan terlihat keriput. Selain itu, kortisol juga mampu menimbulkan peradangan pada kulit hingga terjadilah jerawat dan masalah kulit lain.

“Stres dapat memperburuk kondisi kulit dan bahkan penyakit menular, seperti herpes dan infeksi virus herpes zoster, yang menyerang kulit,” kata Dr Papier seperti dikutip She Knows.

Bisa jadi, ketika Anda merasa beberapa kulit merasa cukup gatal, penyebabnya adalah rasa stres yang menyiksa pikiran. Artinya, stres turut membantu memudahkan kulit terkena gatal-gatal atau urtikaria karena banyak sebab. Misalnya chronicus liken simpleks,eksim, dan sebagainya. Jika digaruk, seringkali membuat kulit menebal dan memperparah keadaan. Menggaruk bagian yang gatal tersebut tidak dianjurkan. Apalagi, jika gatal muncul karena jerawat, menggaruk hanya akan membuat bekas yang kurang enak dipandang.

Papier juga mengatakan, ternyata banyak ditemukan pula pasien yang mengeluhkan rasa gatal kala mengalami stres yang tinggi. Papier belum menemukan secara jelas sepenuhnya tentang hubungan stres dengan gatal. Namun, ujar Paier, stres membuat suatu zat kimia di tubuh meningkat di pembuluh kulit yang menyebabkan kemerahan seperti halnya penyakit rosacea.

Oleh karena itu, bagi orang yang memperhatikan penampilan dari faktor kulit yang sehat, sebaiknya harus mampu mengatur tingkat stres mereka. Stres sebaiknya dikelola agar tidak sampai frustrasi dan tetap bisa merasakan kenyamanan dalam hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda