Scroll to Top

PSSI Ambil Hikmah Dari Sepakbola Jalanan Di Ghana Afrika

By Agus Prasetyo / Published on Wednesday, 20 Jun 2012

PSSI

PSSI di dalam situs resminya memaparkan sebuah fakta  bahwa sepakbola adalah sumber harapan. Setidaknya itulah spirit yang berkembang di tengah masyarakat dunia saat ini, tidak terkecuali Indonesia dan sebuah negara di Afrika yang bernama Ghana.

Indonesia patut belajar dari Ghana, sebagai salah satu negara penghasil pemain bola brilian dari benua Afrika. Beberapa waktu lalu sebuah kelompok swadaya masyarakat di Ghana, menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dengan ide dasar pertandingan sepakbola mini.

Mengambil tempat di kota tua Cape Coast, kegiatan sepakbola lapangan kecil berlangsung sangat meriah. Kegiatan kemanusiaan yang didukung penuh oleh FIFA ini, mengundang simpati masyarakat luas.

“Saya sangat senang bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujar Patrick Eshun 13 tahun, salah seorang anak yang ikut bermain bola di lapangan kecil selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan sepakbola di lapangan mini ini, dibagi dalam dua kelompok umur. Yakni kelompok umur 5-14 tahun dan 15-22 tahun.

“Untuk kelompok umur pertama, kami menggunakan sepakbola sebagai pintu masuk untuk mengajarkan nilai-nilai sosial kemasyarakatan dan cara hidup yang lebih sehat. Sedangkan untuk kelompok umur kedua, kami mengajarkan arti penting pendidikan sehingga sepakbola jalanan bisa lebih terarah,” ungkap manajer Football for Hope Centre, Abdul Wahab Musah.

Sementara itu manajer proyek Football for Hope Centres, Ian Mills menilai program sepakbola untuk harapan ini akan memberikan dampak sosial yang luar biasa di seluruh Ghana.

Cape Coast terpilih menjadi tempat kegiatan sepakbola untuk harapan yang lebih baik, karena di sinilah awal perkembangan sepakbola Ghana. Kota ini juga tempat berdirinya Sekolah Menengah Pertama bernama Mfantsipim, dengan dua alumninya yakni Alex Quaison Sackey dan Kofi Annan.

Alex Quaison Sackey merupakan tokoh kulit hitam pertama yang pernah menjadi Ketua Majelis Umum PBB, sedangkan Kofi Annan adalah mantan Sekjen PBB.

“Disini kami coba fokus melihat bagaimana agar liga jalanan dapat menjadi bagian penting dari perubahan ke arah yang lebih baik. Jika ini berhasil baik, kami akan melihat perubahan besar untuk Ghana” tambah Abdul Wahab Musah.

Selain punya bakat-bakat sepakbola kelas dunia, Ghana juga menyimpan persoalan tersembunyi di tengah masyarakat yang tidak stabil. Pertandingan sepakbola lebih banyak berlangsung di jalanan dengan tingkat arahan yang sangat rendah yang mengakibatkan sering terjadi disintegrasi dan ketegangan sosial.

Dengan program Football for Hope, pertandingan sepakbola dikembalikan ke tempat sebenarnya di lapangan rumput mini atau setengah ukuran lapangan normal. Dengan demikian, aturan sepakbola yang benar juga dapat mulai diperkenanlkan dan diterapkan.

Tagged as:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda