Scroll to Top

MotoGP : Ben Spies Sindir Soal Wacana Penghapusan Rookie Rule

By Rheza Fadhlillah / Published on Friday, 22 Jun 2012

Ben Spies Yamaha

Pembalap tim Yamaha Factory asal Amerika, Ben Spies, menyindir wacana soal penghapusan Rookie Rule di kelas premier MotoGP yang akan segera direalisasikan oleh Dorna selaku penyelenggara dalam waktu dekat ini.

Seperti yang diberitakan oleh Sidomi.com sebelumnya, CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta, membuat pernyataan pada TV Spanyol yang intinya menjelaskan bahwa aturan bagi pembalap baru di kelas premier MotoGP, Rookie Rule, tidak dibutuhkan lagi keberadaannya.

Hal tersebut membuka jalan bagi Marc Marquez, pembalap tim Repsol Moto2, untuk bisa bergabung dengan tim Repsol Honda yang notabene merupakan tim pabrikan dikelas premier MotoGP.

Padahal apabila peraturan itu masih diberlakukan, Marquez diwajibkan setidaknya satu tahun membalap bersama tim satelit seperti LCR Honda atau Gresini Honda.

Rupanya sebagai satu-satunya pembalap yang pernah menjadi korban adanya peraturan tersebut, Spies merasa diperlakukan tidak adil.

Melalui akun twitter @BenSpies11, ia mengirimkan pesan yang mewakili perasaannya pada wacana penghapusan Rookie Rule kepada mantan rekan satu timnya di Tech3 Yamaha, Colin Edwards.

“Dengar Rookie Rule akan dihilangkan lagi….. @texastornado5 terkadang saya rasa kita membutuhkan paspor berbeda”, isi tweet dari Spies.

Ben Spies merasa diperlakukan berbeda karena baik dirinya juga Edwards merupakan orang Amerika. Sementara Marquez dan Ezpeleta adalah orang Spanyol. Sehingga secara tersirat, Spies, ingin memberitahu adanya diskriminasi pada kompetisi MotoGP.

Edwards yang membalas tweet dari Spies seolah menyetujui komentar kompatriotnya tersebut. Ia mengaku tidak heran apabila Casey Stoner akhirnya memutuskan untuk pensiun.

“Benar-benar lelucon!!! Tidak heran Casey Stoner kehilangan gairahnya ketika kamu melihat semua kartu tertumpuk berlawanan dengan mu. Konyol!”, isi tweet dari Edwards.

Pada tweet yang berbeda, Spies mencoba menjelaskan bawa ia bukan tidak suka dengan Marquez. Akan tetapi ia mencoba menjelaskan kenyataan yang terjadi.

“Tidak bermaksud membenci Marquez. Anak itu cepat. Saya hanya membeberkan fakta bahwa bukan masalah dari mana kamu berasal seharusnya tidak menghambat atau membantu kamu.” isi tweet berikutnya dari Spies.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda