Scroll to Top

Queens Park Rangers, Persebaya dan Peristiwa 10 November 1945

By Agus Prasetyo / Published on Thursday, 28 Jun 2012

Menghadapi Queens Park Rangers bulan depan, Persebaya harus mengenang peristiwa sejarah 10 November 1945 sebagai pelecut motivasi. Maklum, 10 November 1945 adalah pertempuran paling berdarah dan paling nekat yang pernah dihadapi pasukan Inggris di Indonesia.

Ketika itu tentara Inggis menargetkan dalam waktu enam hari sudah bisa menguasai Surabaya, namun pertempuran berjalan tiga pekan. Bung Tomo melalui orasinya di radio, berkata dengan heroik:

“Selama banteng-banteng Indonesia memiliki darah merah yang bisa mengubah secarik kain putih menjadi merah putih, maka selama itu pula kita tidak akan menyerah kepada siapapun juga.”

Dalam The Birth of Indonesia, David Wehl mendeskripsikan bagaimana peperangan itu berlangsung dengan perlawanan penuh heroik dari Arek-Arek Surabaya.

“Di pusat kota, pertempuran lebih dahsyat, jalan-jalan harus diduduki satu per satu, dari satu pintu ke pintu lainnya. Mayat manusia, kuda, kucing anjing, bergelimpangan di selokan-selokan’ gelas-gelas pecah, perabot rumah tangga, kawat-kawat telpon bergelantungan di jalan-jalan, dan suara pertempuran menggema di tengah-tengah gedung-gedung kantor yang kosong”

“Perlawanan Indonesia berlangsung dalam dua tahap, pertama pengorbanan diri secara fanatik, orang-orang yang hanya bersenjatakan pisau-pisau belati menyerang tank-tank Sherman”

Peristiwa 10 November 1945 selanjutnya menjadi bagian dari motivasi dan kehidupan Kota Surabaya dari masa ke masa.

Setiap generasi di Surabaya mengidentifikasi diri mereka dengan keberanian dan kegigihan. Etos keberanian ini yang kemudian menyelusup ke kehidupan warga, melalui sebuah kalimat:

“Jika tidak berani dan mudah menyerah, maka Anda tak layak menyandang predikat arek Suroboyo”

Maka, saat klub Premier League Inggris asal London Queens Park Rangers dijadwalkan bertanding melawan Persebaya 23 Juli 2012 mendatang di Gelora Bung Tomo, pasukan Bajul Ijo pun siap mengedepankan spirit 10 November 1945 dalam diri setiap pemain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda