Scroll to Top

Waspada, Kolesterol Tinggi Bisa Terjadi Karena Faktor Keturunan

By Ilham Choirul / Published on Thursday, 28 Jun 2012

tes kolesterol

Serangan jantung saat ini tidak hanya dihadapi oleh orang yang sudah berumur tua. Banyak kasus ditemukan, korban dari orang yang berusia muda pun berjatuhan. Tahukah Anda? Salah satu penyebab serangan jantung di usia dini adalah hypercholesterolemia familial, yaitu tingginya kadar kolesterol LDL  yang terjadi akibat pengaruh genetik.

Jadi, jika orang tua atau buyut Anda punya penyakit kolesterol tinggi ini, bisa jadi itu akan menurun pada anak cucu. Hal ini tidak bisa dihindari karena penyebabnya adalah genetik. Yang bisa dilakukan adalah berusaha menghindari tingginya kolesterol agar tidak sampai menimbulkan tinggi risiko terhadap serangan jantung hingga stroke.

Pada orang yang tidak memiliki riwayat hypercholesterolemia familial, kolesterol yang mengendap di tubuh muncul karena hasil dari karbohidrat dan lemak dari makanan yang dikonsumsi. Oleh organ hati, lemak tersebut dialirkan melalui darah dan dikirim ke jaringan.

Pada kondisi normal, kolesterol membantu dalam pembentukan hormon, vitamin D, dan menolong proses mencerna makanan. Hanya saja, kalau jumlahnya kebanyakan, akan menyesakkan jalan darah dengan membuat penumpukan di arteri. Inilah yang kemudian menyulut potensi penyakit kardiovaskular.

Sementara itu, pada orang dengan riwayat hypercholesterolemia familial, kolesterol tinggi terjadi karena ada pengaruh dari kromosom dalam gen. Tubuh tidak mampu membuang kolesterol LDL dengan baik. Akibatnya, terjadi penumpukan kolesterol berlebihan. Tanda terkena penyakit ini, peningkatan kolesterol terjadi pada Anda dan salah satu atau kedua orang tua Anda.

Penderita hypercholesterolemia familial biasanya ditemukan terdapat penumpukan kolesterol di kulit atau tendon (xanthomas), sekitar kornea mata (arcus cornea), dan di sekitar kelopak mata (xanthelasmas). Gejala lainnya adalah sering mengalami nyeri dada (angina) yang merupakan salah satu tanda adanya serangan pada jantung.

Orang yang punya kecederungan terkena penyakit ini punya kadar kolesterol di atas 300 mg/dl. Selain itu, untuk menegakkan diagnosa terhadap penyakit tersebut, perlu juga dilakukan tes fungsi jantung dan tes genetik.

Karena sifatnya yang menetap, langkah pencegahan sekaligus pengobatan yang bisa dilakukan penderita adalah menjalankan gaya hidup sehat. Misalnya menurunkan berat badan bagi yang obesitas, tidak merokok, berolahraga rutin, menghindari makanan yang berlemak tinggi, menghindari makanan berkalori tinggi, dan sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda