Scroll to Top

Paraguay: Capai Final Tanpa Kemenangan

By Wan Faizal / Published on Sunday, 24 Jul 2011

Statistik unik ditorehkan Paraguay pada Copa America 2011 ini. Mereka berhasil mencapai final tanpa meraih satu kali pun kemenangan di waktu normal 90 menit saat melakoni lima pertandingan sebelum laga final, meski juga tak pernah kalah.

Paraguay bergabung bersama Brazil, Venezuela, dan Ekuador di Grup B. Mengawali turnamen dengan menghadapi Ekuador, Paraguay hanya mampu bermain imbang tanpa gol. Padahal, saat itu mereka lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan.

Lalu, pertandingan kedua melawan Brazil harus berakhir dengan skor seri 2-2. Keunggulan 2-1 hingga menit 90 harus sirna lantaran Fred berhasil mencetak gol penyama kedudukan pada masa injury time.

Yang lebih parah adalah pada pertandingan terakhir babak penyisihan grup melawan Venezuela. Unggul 3-1 hingga menit akhir, Enrique Vera dkk malah lengah. Hasilnya, Nicolas Fedor dan Grenddy Perozo menghukum Paraguay dan membuat skor menjadi imbang 3-3. Mereka pun lolos ke perempat final dengan status sebagai tim peringkat ketiga terbaik kedua.

Hal itu membuat mereka kembali bertemu Brazil di babak perempat final. Tak ada gol yang tercipta hingga 90 menit berakhir. Pun dengan waktu tambahan 2 x 15 menit.

Jadilah mereka harus beradu tendangan pinalti melawan juara dunia 5 kali. Tapi hebatnya, Paraguay mampu menang dengan skor 2-0. Bahkan, tak ada satu pun eksekutor Selecao yang sukses menceploskan bola ke gawang Justo Villar.

Takdir sepertinya kembali mempertemukan Paraguay dengan “alumnus” Grup B. Kali ini mereka bersua dengan Venezuela. Sama seperti ketika melawan Brazil, tak ada gol yang tercipta hingga dilakukan adu pinalti. Dan eksekusi Dario Veron memastikan Los Rojiblancos menang 5-3.

Mungkin banyak pihak yang mengatakan keberuntungan sedang menaungi Paraguay. Tapi apapun itu, kini Paraguay telah mampu masuk final Copa America sejak terakhir kali mereka melakukannya pada 1979. Kini, mereka berpeluang untuk meraih gelar ketiganya setelah meraihnya pada 1953 dan 1979.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda