Scroll to Top

Final Euro 2012: Mau 3-5-2 atau 4-4-2, Cesare Prandelli?

By Wan Faizal / Published on Sunday, 01 Jul 2012

Cesare Prandelli

Jelang pertandingan final Euro 2012 antara Spanyol vs Italia, ada satu pertanyaan besar kepada pelatih Italia, Cesare Prandelli. Pertanyaan itu berkaitan dengan strategi apa yang akan ia gunakan untuk laga final nanti.

Pada laga pembuka Grup C versus Spanyol, Prandelli memainkan pola 3-5-2 bagi timnya. Bermain dengan lima gelandang, plus Daniele De Rossi yang dimainkan di belakang membuat Gli Azzurri mampu mengimbangi Spanyol dan meraih satu poin.

Strategi tersebut hanya berjalan di dua laga pertama setelah Italia kembali menuai hasil seri saat lawan Kroasia dengan pola yang sama.

Setelah itu, Prandelli berpaling ke pola lama mereka, yakni 4-4-2. Hasilnya? Italia sukses menundukkan Irlandia di partai terakhir fase grup, mengalahkan dan mendominasi atas Inggris di perempat final, serta mempermalukan Jerman di semi final.

Bermain dengan empat gelandang, Italia mampu bermain menekan dan serangan yang mereka bangun terbukti efektif dan memanjakan para striker. Empat gol mereka hasilkan dari pola itu dan semuanya dikemas oleh para attacante. Kinerja empat gelandang, Andrea Pirlo-Daniele De Rossi-Riccardo Montolivo-Claudio Marchisio, memang sangat moncer dalam skema tersebut.

Prandelli sendiri mengaku ia lebih mempertimbangkan 4-4-2 daripada 3-5-2 dengan harapan timnya bisa lebih menekan Spanyol. Prandelli agaknya belajar dari Portugal yang bisa membuat permainan Spanyol tak berkembang dengan baik ketika mereka terus digempur.

“Para gelandang kami telah teruji dalam dua tahun terakhir ini, mereka bisa menekan dan menciptakan masalah bagi lawan. Apalagi kami punya Andrea. Tiga gelandang lain bisa bekerja untuk menciptakan ruang bagi Andrea untuk mengontrol lini tengah,” tutur Prandelli.

Namun bukan berarti Prandelli menutup peluang untuk memainkan pola 3-5-2. Karena pola tersebut juga terbukti bisa menahan Spanyol sekaligus menciptakan masalah bagi mereka, seperti di laga pertama.

“Sejujurnya, saya tidak memikirkan pola itu karena dengan pola empat gelandang, kami lebih seimbang dalam bermain. Namun bukan tidak mungkin kami akan mengubahnya di tengah pertandingan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda