Scroll to Top

Euro 2012: Vicente Del Bosque Memakai Formasi 4-6-0, Pep Guardiola 3-7-0

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 04 Jul 2012
Pep Guardiola
Perbandingan formasi Pep Guardiola vs Vicente Del Bosque (foto Sport.es)

Sepanjang Euro 2012 lalu, Vicente Del Bosque memakai formasi unik tanpa penyerang, 4-6-0. Sebuah penemuan baru yang sudah dicetuskan Pep Guardiola setahun sebelumnya. Ya, mantan pelatih Barcelona pernah mencoba formasi unik yang lebih radikal, mulai dari 3-7-0 hingga 1-9-0.

Spanyol di Euro 2012 datang dengan sedikit ‘masalah’ di lini depan. Penyerang andalan Fernando Torres tidak berada dalam kondisi terbaik setelah satu setengah musim di Chelsea yang kurang bersahabat. Alih-alih memakai Fernando Llorente dan Alvaro Negredo sebagai senjata utama, Vicente Del Bosque dengan berani menarik para gelandang serang untuk berposisi sebagai penyerang.

David Silva, Andres Iniesta, dan Cesc Fabregas dipercobakan untuk menjadi ‘penyerang dadakan’. Formasi 4-6-0 pun diciptakan. Sempat menuai kritik karena tampil membosankan, formasi inilah yang menjadi kunci kemenangan La Furia Roja saat melumat Italia 4-0 di partai puncak.

Cesc Fabregas

Ya, di final, Del Bosque meletakkan Cesc sebagai penyerang utama dengan ditemani Xavi Hernandez, David Silva (penyerang sayap kanan) dan Andres Iniesta (penyerang sayap kiri).

Sedikit tidak biasa? Sebenarnya tidak juga jika kita melihat perjalanan Barcelona pada musim 2011-12 lalu. Fabregas dan Iniesta sudah terbiasa menempati posisi penyerang dalam formasi 4-3-3 khas Pep Guardiola.

Nah, bicara tentang Pep Guardiola, sang pelatih terbaik Barcelona sepanjang masa, pernah mencoba formasi yang lebih ‘tidak biasa’ daripada Del Bosque. Yaitu, ketika El Barca tampil di final Piala Dunia Antar Klub melawan Santos di akhir Desember 2011. Ketika itu formasi yang digunakan Pep adalah 3-7-0.

Ia cuma meletakkan tiga bek: Gerard Pique, Eric Abidal, dan Carles Puyol. Selebihnya, tujuh gelandang dimasukkan dalam starting line-up: Sergio Busquest sang gelandang bertahan, Dani Alves, Thiago Alcantara, Xavi Hernandez, dan Andres Iniesta di empat gelandang sejajar.

Dan, lagi-lagi Fabregas sebagai penyerang dadakan, plus seorang Lionel Messi yang sejatinya seorang gelandang serang; bukan penyerang murni. Sebuah kebetulan, Barcelona menguliti Santos dengan skor serupa Spanyol vs Italia, 4-0.

Namun, ini belum ‘seberapa aneh’. Pada final Piala Super Eropa 2011, Pep malah memakai formasi 1-9-0. Ketika itu memang ada empat bek yang dipakai Guardiola. Namun, hanya ada seorang Eric Abidal yang murni sebagai bek. Selebihnya, tiga bek lain adalah Dani Alves, Seydou Keita, dan Adriano.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda