Scroll to Top

Divisi Utama 2012: Juara, Top Skor Dan Pemain Terbaik

By Agus Prasetyo / Published on Monday, 09 Jul 2012

Setelah tim Barito Putra sukses sebagai juara Divisi Utama 2012, Cristian Carrasco juga dinobatkan sebagai pemain terbaik musim ini. Meski timnya kalah melawan Barito Putra 1-2 pada pertandingan final Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Manahan Solo, namun penyerang Persita Tangerang ini tetap bersyukur atas prestasi yang telah di dapat.

“Saya sebenarnya masih cedera, tetapi saya paksakan untuk main. Saya ingin main pada pertandingan babak penentuan ini, pasti semua menginginkan diturunkan ke lapangan.” ungkap Carrasco.

Kendati demikian, dirinya bisa terpilih sebagai pemain terbaik di kompetisi tersebut karena berkat teman-temannya satu tim yang mendukungnya.

“Hadiah ini akan saya persembahkan kepada orang tua saya,” jelas Carrasco.

Carrasco yang terpilih sebagai pemain terbaik di Kompetisi Divisi Utama LI 2012 tersebut, berhak menerima hadiah uang sebanyak Rp 25 juta plus trofi bola emas.

Sedangkan gelandang Barito Putra, Sackie Teah Doe menjadi top skor dengan memasukkan sebanyak 18 gol selama kompetisi tersebut.

Badan Liga Indonesia juga memberikan penghargaan kepada tim yang bermain paling fair play selama kompetisi Divisi Utama, yakni jatuh pada Sumbawa Barat.

Sementara itu, tim Barito Putra asal Kalimantan Selatan berhasil merebut juara Divisi Utama Liga Indonesia 2012 berhak menerima hadiah uang pembinaan sebesar Rp 500 juta dan sebuah trofi Divisi Utama LI.

Juara kedua direbut oleh tim Persita Tangerang dengan menerima uang pembinaan sebesar Rp 350 juta, sedangkan ketiga Persepam Pamekasan setelah berhasil menundukkan PSIM Yogyakarta dengan skor 1-0 pada pertandingan sebelumnya.

Tim Persepam yang meraih juara ketiga menerima uang pembinaan sebesar Rp 200 juta yang diserahkan langsung usai pertandingan di Stadion Manahan Solo.

Menurut Pelatih Barito Putra Salahudin, keberhasilan timnya menjadi juara berkat kerja keras pemainnya yang bermain dengan penuh semangat.

“Anak-anak bermain sesuai dengan instruksi dengan bermain habis-habisan menguras tenaga untuk bisa menjuarai kompetisi tahun ini. Kami melakukan pressing ketat agar Persita tidak dapat mengembangkan permainan,” ungkap Salahudin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda