Scroll to Top

IPAA: Versi Baru SOPA

By Ibnu Azis / Published on Saturday, 14 Jul 2012
Lamar Smith
Lamar Smith

Masih ingat SOPA? Meski masih sebatas RUU dan akhirnya urung disahkan, kekuatan undang-undang yang melindungi hak cipta dan intelektual ini telah menggegerkan dunia. Kini, SOPA ‘telah lahir kembali’ namun dalam versi yang berbeda. RUU itu muncul lagi dengan nama IPAA.

Ya, SOPA di awal tahun ini menjadi momok yang menakutkan bagi pemilik situs yang berembel-embel ‘gratisan’. Kala itu bersama PIPA, SOPA bahkan membuat Megaupload ditutup dan tak beroperasi lagi hingga saat ini.

Pro kontra SOPA akhirnya membuat telinga para pejabat senat panas. Muncul aksi dan reaksi di dunia maya yang menentang RUU tersebut. Dan RUU yang sempat membuat Wikipedia dan Google gerah ini akhirnya ditunda.

Namun persoalan hak cipta dan kekayaan intelektual terkait dengan RUU tersebut mungkin akan kembali ramai diperbicangkan. Sebab kini muncul draf RUU serupa yang bernama IPAA atau Intellectual Property Attache Act. Seperti apakah draf tersebut?

Adalah Lamar Smith, senat dari Partai Republik yang menyuarakannya. Sejatinya IPAA telah ia tulis jauh hari sebelum kehebohan SOPA PIPA. RUU ini nantinya akan melindungi hak kekayaan intelektual Amerika Serikat (AS) termasuk paten dan merek dagang.

Dikutip dari Mashable, Sabtu (14/07/12), RUU IPAA sendiri masih menjadi perdebatan dalam Komite Kehakiman DPR AS. Pelbagai blog teknologi dan pegiat teknologi menilai, IPAA hanyalah usaha Lamar Smith dalam meloloskan SOPA dalam wajah lain.

“Minggu ini, Komite Kehakiman DPR merilis draf pembahasan RUU IPAA untuk melindungi kekayaan intelektual Amerika Serikat di luar negeri. Sayangnya beberapa blog dan group salah persepsi tentang ini dan menganggap sebagai kelanjutan dari SOPA,” tulis email salah satu staf Komite Kehakiman DPR AS pada blog Mashable.

Secara sederhana IPAA akan melindungi kekayaan intelektual AS termasuk kontrol paten dan merek dagang. Sejak tahun 2006 silam, atase telah ditempatkan ke beberapa negara termasuk Thailand, China, Rusia, dan India. Dan mereka dibawah naungan kemitraan antara Departemen Perdagangan dengan Kantor Paten dan Merek Dagang AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda