Belanja dan Media SosialBelanja dan media sosial, bukankah dua hal tersebut berbeda? Memang benar. Namun perilaku konsumen dan penggunaan media saat belanja ternyata sangat berhubungan. Dan berikut infografiknya.

Sebuah firma Amerika Serikat, Empathica, mensurvei sekitar 6.500 konsumen di negara Paman Sam tersebut untuk mengetahui bagaimana perilaku mereka saat berbelanja sekaligus menggunakan media sosial di saat bersamaan.

Dari survei tersebut diketemukan data jika 55% konsumen langsung menyukai laman Facebook brand yang mereka gemari. Dan 37% dari mereka mengunjungi situs brand tersebut melalui peramban mobile.

Meski aktivitas belanja ini di darat, namun ternyata merambat ke dunia e-comerce. Sebanyan 31% dari mereka memutuskan belanja online – melalui kopun – yang diperoleh dari situs yang bersangkutan. Dan 26% dari mereka mengunduh aplikasi belanja yang disediakan brand.

Tidak sedikit dari mereka yang gemar check-in. Sebanyak 27% check-in di lokasi belanja menggunakan aplikasi mobile. Dan 23% dari mereka memindai QR Code yang tersedia di outlet setiap brand.

Bagaimana dengan Twitter? Sangat sedikit penetrasinya. Hanya 10% dari mereka yang kemudian mengikuti akun brand dan 8% yang berkicau tentang pengalaman belanja atau produk yang sedang mereka gunakan.

Dikutip dari AllTwitter, Rabu (18/07/12), untuk trafik dari media sosial yang menghantarkan mereka ke lokasi belanja, Facebook mendominasi sebanyak 73%. Disusul Google (38%), Groupon (35%), Yelp (23%), Twitter (14%), dan Foursquare (5%).