ramadan

Pada hari pertama Ramadhan 1433 Hijriyah ini, kadang kala ada di antara kita yang sedikit lupa dengan doa buka puasa ramadhan dan niat sahur puasa ramadhan. Tidak ada salahnya untuk mempelajari kembali doa-doa tersebut, sembari mengecek apakah doa kita tadi sudah tepat atau belum.

Niat Sahur Puasa Ramadhan

Niat berpuasa sangat penting bagi seorang muslim. Ia hendaknya berniat puasa pada malam menjelang hari berpuasa. Pentingnya niat ini ditegaskan oleh Rasulullah saw. yang menyebutkan, mereka yang tidak berniat puasa, tidak layak disebut berpuasa. Sabda Nabi, “Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam sebelum terbit fajar, maka bukanlah ia berpuasa.”

Lalu, bagaimana praktik berniat puasa? Niat ini adanya di dalam hati. Sesuai dengan hadits di atas, wajib hukumnya bagi siapa pun untuk berniat puasa dalam hati. Adapun melafalkan doa niat berpuasa bukan sebuah keharusan.

Doa niat puasa ramadhan sendiri, pada setiap malamnya adalah sebagai berikut:

——Nawaitu shauma ghodin ’an-adaai fardhi syahri romadhoni hadzihis-sanati lillahi ta’ala” ———-

Artinya: Saya niat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala

Doa Berbuka Puasa

Ketika adzan maghrib tiba, kita yang berpuasa, bersyukur kepada Allah, telah diberi kekuatan untuk menjalani puasa sehari penuh. Godaan berupa rasa lapar, haus, ingin marah, ingin menang sendiri, berhasil dilewati. Seringkali, kita melafalkan doa buka puasa terlebih dahulu sebelum meneguk air dan menyantap makanan.

Semestinya, sebelum makan, kita cukup membaca basmalah saja. Hal ini disabdakan Rasulullah saw. sebagai berikut, “Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa menyebut nama Allah Ta’ala di muka, hendaklah ia mengucapkan, ‘Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu’.” (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.

Selanjutnya, kita berhak membatalkan puasa dengan menyantap makanan dan mereguk minuman. Barulah setelahnya, kita mengucapkan doa sebagai berikut.

—Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah—–

Artinya: Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki

Pengucapan doa ini, menandakan sudah sempurnanya seseorang dalam menjalani puasa sepanjang sehari penuh. Ia telah berbuka, tanpa sedikit pun melupakan kehadiran Allah sebagai pemberi rezeki.

Yang paling utama, dalam doa ini adalah kepasrahan kita kepada Allah. Andai ada pahala yang ditetapkan untuk kita sepanjang sehari penuh tadi, biarlah itu menjadi urusan Allah semata. Yang paling utama, kita sudah berusaha sebaik mungkin dalam mengekang sifat-sifat buruk, hasrat-hasrat dasar manusia sepanjang subuh hingga matahari terbenam. Ingatlah, puasa hanya milik Allah semata.