Scroll to Top

Aktivis Kebebasan Berpendapat Afganistan Gunakan Media Sosial Untuk Berkampanye

By Ditya / Published on Monday, 23 Jul 2012

Bendera Afganistan

Jika beberapa waktu lalu pemberontak Suriah memanfaatkan sosial media untuk berperang, lain halnya dengan aktivis kebebasan berpendapat di Afganistan yang menggunakan media sosial seperti Facebook dan Twitter untuk berkampanye.

Seperti yang dilansir dari Mashable (22/07/2012), peran dan pengaruh sosial media sebagai media informasi dan komunikasi ini benar-benar dimanfaatkan aktivis kebebasan berpedapat di Afganistan untuk berkampanye dan mengkritisi pemerintah dan NATO.

Sebelumnya, sosial media sudah dimanfaatkan oleh pakta pertahanan Atlantik utara atau NATO dan Taliban untuk berkampanye dan beradu argumen untuk kepentingan masing-masing kubu.

Wartawan di Afganistan mendorong untuk kebebasan pers yang saat ini diatur oleh undang-undang yang cukup ketat. Hal ini membuat masyarakat Afganistan kebingungan dengan situasi negaranya karena keterbatasan informasi.

Sebuah kelompok Advokasi Afganistan bernama Nai ini telah memutuskan untuk melawan kebijakan undang-undang yang membatasi pers melalui media sosial serta mendorong penggunaan media sosial untuk menyediakan informasi yang lebih handal di masyarakat.

Media sosial adalah perangkat gratis yang digunakan untuk mentransfer informasi tanpa pengaruh pemerintah, panglima perang, atau Taliban,” kata Abdul Mujeeb Khalvatgar, direktur eksekutif advokasi Afghanistan media group Nai.

Mendorong penggunaan media sosial sebagai salah satu penyedia informasi bagi masyarakat Afganistan bukanlah pekerjaan yang mudah karena hanya 2 juta dari 30 juta penduduk Afganistan yang memiliki akses internet.

Khalvatgar mengatakan misi Nai adalah untuk meyakinkan organisasi dan pejabat pemerintah untuk membuat penggunaan Internet dan media sosial bukan hal yang tabu, dan pada gilirannya menciptakan ruang yang lebih besar untuk dialog.

“Jika kita meningkatkan jumlah pengguna media sosial, kita meningkatkan penyebaran pengetahuan. Dengan memberikan suara orang di jejaring sosial, Anda memberikan mereka harapan, ” tambah Khalvatgar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda