Scroll to Top

Persib: Atep, Peter White Dan Nomor 7

By Agus Prasetyo / Published on Tuesday, 24 Jul 2012

Punggawa Persib Bandung, Atep ternyata memiliki kenangan tersendiri dengan mantan pelatih Timnas Indonesia di era tahun 2004 silam, Peter White. Pasalnya Peter White memiliki peran besar bagi Atep, dalam mengorbitkan dirinya masuk dalam skuad Timnas Indonesia kala itu.

Nomor 7 yang hingga kini selalu digunakan Atep, adalah pemberian sang mantan pelatih Timnas Indonesia itu. Saat Atep ditanya salah seorang fans Maung Bandung tentang sejarah pemakaian nomor 7 miliknya, Atep menjawab:

“Yang pertama kali memberikan nomor 7 itu adalah Peter White (pelatih Timnas). Mungkin pemikiran dia nomor 7 itu pantas buat saya dan sampai sekarang saya sangat mencintai dan menghargai pemberian Peter White dengan menggunakan No 7” seperti yang dikutip situs resmi klub.

Sekedar mengingat di sekitar tahun 2004 Timnas Indonesia pernah memiliki pelatih yang tidak kalah bagus, Peter White yang adalah mantan pelatih timnas Thailand.

Ketika itu, White sebenarnya berhasil membawa Indonesia menembus final piala AFF di tahun 2004 dan runner up merdeka games di Malaysia.

Selama era Peter White, timnas bermain dengan formasi 4-4-2. Alhasil, White dianggap sebagai sang revolusioner karena sebelumnya timnas identik dengan formasi 3-5-2 dengan satu libero.

Ketika itu, White membuat permainan Indonesia menjadi lebih cepat dan pendek merapat. Umpan pendek kombinasi long pass ala tim eropa dan keberanian bertarung serta unjuk skill yang merata.

White juga banyak mengorbitkan pemain muda, yang bahkan sampai sekarang masih menjadi eksis di persepakbolaan Indonesia.

Diantaranya adalah Ferry Rotinsulu, Atep, Cornelius Gedy, Richardo Sallampessy, Errol Iba, Saktiawan Sinaga, Agus Indra, dan Boaz Sallosa. Anehnya, White mendepak Bambang Pamungkas, karena dinilai tidak sesuai untuk menjadi bagian dari tim ketika itu.

White dipecat usai gelaran AFF Cup 2007 di Singapura, yang saat itu Indonesia kalah selisih gol dengan Singapura dan Vietnam.

Meskipun dibantu gol indah Zainal Arif hingga berdarahnya hidung Erol Iba, namun tetap membuat Indonesia gagal menang atas Singapura di pertandingan terakhir karena kedudukan akhir adalah 2-2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda