Scroll to Top

PSSI: 3 Hal Yang Membuat Putusan BAORI Soal Pengprov Sumut, Ditolak!

By Agus Prasetyo / Published on Wednesday, 25 Jul 2012

PSSI

PSSI rupanya tidak menggubris keputusan Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI) terhadap hasil Musdalub Pengprov PSSI Sumut. Hal tersebut dikarenakan, PSSI menilai putusan badan arbitrase bentukan KONI pusat itu melanggar Statuta PSSI.

Menurut Direktur Legal PSSI, Finanta Rudi sedikitnya ada tiga alasan kuat kenapa harus mengabaikan putusan BAORI.

Pertama sesuai dengan pasal 69 Statuta PSSI sudah disebutkan bahwa setiap permasalahan yang terjadi dalam internal organisasi diselesaikan melalui badan arbitrase yang dibentuk PSSI. Jika masalah tidak juga bisa diselesaikan di tingkat federasi, bisa dilanjutkan dengan melakukan banding ke badan arbitrase internasional (CAS).

Kedua pasal 70 Statuta PSSI melarang penyelesaian semua perselisihan yang terjadi di dalam internal federasi untuk melalui jalur hukum positif, atau badan arbitrase lainnya.

Ketiga BAORI hingga saat ini tidak terkoneksi dengan CAS yang menjadi badan arbitrase olahraga tertinggi di organisasi sepakbola.

“Sehingga sangat wajar, jika saja PSSI mengabaikan putusan yang mereka buat. Hal ini pula yang membuat kami tidak pernah sekali pun merespon panggilan mereka,” ungkap Finanta seperti yang dilansir situs resmi PSSI.

Pria yang juga seorang pengacara ini menegaskan, pihaknya masih menunggu surat dari FIFA setelah meminta petunjuk terkait badan arbitrase mana yang akan diikuti PSSI dalam menjalankan organisasi.

Sebab di Indonesia terdapat dua badan arbitrase. Itu karena selain BAORI, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) juga memiliki badan arbitrase, yakni BAKI.

“Perlu diketahui, BAKI sudah terdaftar dan berafiliasi dengan CAS. Salah satu buktinya, apresiasi yang diberikan badan arbitrase dunia itu kepada dua orang utusan BAKI, yakni Dr Rusdiana Anggoro dan Dr Itwan Gani, yang menjadi arbiter di CAS,” sebut Finanta.

“Sangat tidak mungkin kita mengikuti putusan badan arbitrase yang tidak mendapat rekomendasi dari FIFA. Sebab regulasi yang dijalankan semuanya merujuk pada Statuta FIFA” tambah Finanta.

Pernyataan lebih tegas dilontarkan Sekertaris Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Sarluhut Napitupulu. Menurut pria asal Toba ini, apa yang dilakukan badan arbitrase bentukan KONI pusat tersebut jelas melanggar Statuta PSSI.

“Entah mereka (BAORI) tau atau pura-pura tidak tau, jika saja aturan main di PSSI berdasarkan Statuta FIFA. Tapi ini jelas membuka mata publik, jika BOARI membela kepentingan pihak-pihak tertentu,” tandas Sarluhut.

Tagged as:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda