Scroll to Top

Barcelona: Strategi Tito Vilanova Masih Sama dengan Taktik Pep Guardiola

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 26 Jul 2012

Tito Vilanova

Melawan Hamburg kemarin, Tito Vilanova masih mengandalkan strategi yang sama dengan taktik Pep Guardiola. Formasi 4-3-3 tetap digunakan, dan patron ‘False Nine’ masih dipakai. Namun, tetap ada detail yang membedakan pola dua pelatih El Barca ini.

Banyak orang yang menanti, seperti apa Barcelona ketika diracik oleh Tito Vilanova. Beranikah Tito keluar dari pakem El Barca era Pep Guardiola yang sejauh ini menghasilkan 14 gelar dalam empat tahun? Ataukah secara revolusioner, strategi pasukan Catalan berubah?

Jika melihat dalam duel melawan Hamburg kemarin, formasi yang diturunkan tetap sama. 4-3-3.  Formasi ini sedikit cair menjadi 3-4-3 lewat aksi Dani Alves di sayap kanan. Satu gol disumbangkannya menerima umpan Alexis Sanchez. Namun, agresivitas bek Brazil tak seleluasa ketika Pep Guardiola masih berkuasa; hal yang sempat membuat Alves berlabel ‘penyerang bayangan’.

Hal yang cukup menarik, Tito tak ragu memainkan Javier Mascherano yang ‘terlahir’ sebagai gelandang bertahan, untuk menjadi bek tengah; sesuatu yang ditemukan oleh Pep Guardiola.

Sementara, konsep ‘False Nine’ dipertahankan. Memang tidak ada sosok Lionel Messi di sana. Namun, Ibrahim Afellaylah yang diplot sebagai ‘penyerang rahasia’ Barcelona kemarin.

Percobaan yang cukup lumayan, dan Afellay membuktikan kontribusinya dalam gol kedua pasukan Catalan yang dicetak Gerard Deulofeu. Meskipun demikian, posisi penyerang palsu dalam taktik ‘False Nine’ sepertinya kurang tepat untuk Afellay, karena hanya ada satu sosok yang mampu memainkannya dengan sempurna.

Maka, andai dalam pertandingan resmi kelak King Leo absen, Tito bisa mencoba pemain lain, Cesc Fabregas di posisi ini. Fabregas —meski tak setajam dan seakurat Messi— sudah membuktikan kualitasnya sepanjang Euro 2012, ketika Spanyol bermain tanpa penyerang.

Satu hal tambahan, adalah posisi Alexis Sanchez. Dengan kualitas fisiknya, Sanchez diminta untuk tampil sedikit melebar. Hal yang bertolak belakang dengan pilihan Pep Guardiola untuk pemain Chili pada musim lalu.

(Javier Gascon – Mundo Deportivo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda