Scroll to Top

Google Play Store Didesain untuk Pembajakan?

By Baihaki / Published on Thursday, 26 Jul 2012

android

Seorang developer aplikasi berbasis iOS dan Mac bernama Matt Gemmel mengkritik habis toko aplikasi milik Google, yakni Google Play Store. Dia mengatakan bahwa Google Play Store memiliki setting yang sangat buruk dan mengakibatkan tindakan pembajakan menggila. Bahkan secara spesifik dia mengatakan bahwa arsitektur terbuka Android membuat para user membajak sebuah aplikasi tanpa harus melakukan root.

“Anda cari di internet tentang hasil kopi aplikasi bajakan, selanjutnya copy pada perangkat Anda (tidak di-root) dan jalankan aplikasi tersebut. Sistem yang dibuat didesain untuk membangkitkan pembajakan. Keberadaan pembajakan sendiri bukan sebuah kejutan, tapi sebuah hal yang tidak terhindarkan,” ujarnya dalam sebuah tulisan yang panjang.

Dia pun kemudian menyarankan agar Google segera memperbaiki sistemnya. Caranya adalah dengan mengunci OS Android pada batasan tertentu yang bisa memberikan tingkat kesulitan jika ada orang yang ingin mencuri sebuah software. Jika hal tersebut tidak dilakukan, dia mengatakan bahwa para developer akan kehilangan ketertarikannya pada Android.

“Orang harus dibayar. Harus ada aliran pendapatan,” lanjutnya.

Baru-baru ini memang terdapat sebuah peristiwa pembajakan yang sangat serius. Bahkan developer game Android bernama Madfinger Games secara terpaksa harus merilis ulang game bikinannya, Dead Trigger akibat ulah pembajakan tersebut. Jika sebelumnya game tersebut adalah sebuah game berbayar seharga 0.99 USD, mereka pun merilis ulang game itu sebagai game gratis. Alasan perilisan ulang tersebut karena mereka tidak tahan dengan tingkat pembajakan yang sudah tidak terkontrol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda