Scroll to Top

Situs Kementerian Pertanian Diretas Hacker

By Ibnu Azis / Published on Friday, 27 Jul 2012

Situs Kementerian Pertanian Diretas

Dari offline kemudian ke online. Mungkin istilah tersebut yang bisa mewakili atas polemik kedelai yang sedang terjadi. Ya, hacktivist melemparkan kekecewaan mereka atas aksi pemerintah terkait dengan impor kedelai dengan meretas situs resmi Kementerian Pertanian.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, pemerintah menerapkan kebijakan impor produk bahan pangan dari Amerika Serikat (AS). Dan produk ini termasuk kedelai yang mana menjadi bahan baku dua makanan pokok favorit masyarakat: tahu dan tempe.

Imbasnya, para pengusaha dan petani kedelai dalam negeri harus mogok melakukan produksi. Dan masyarakat di beberapa wilayah tanah air harus ‘puasa tahu tempe’. Sebab dua makanan khas tersebut tidak lagi tersedia seperti biasanya.

Aksi demo pun terjadi. Sebut saja aksi ratusan pembuat tempe yang melakukan aksi di Bundaran Tugu Pancasila di Kartasura pada Rabu lusa. Atau ratusan perajin tempe Sidoarjo yang berunjuk rasa di Dinas Perdagangan  Sidoarjo pada Kamis kemarin.

Senada dengan aksi di ‘darat’, di dunia maya, aksi serupa juga terjadi. Dan situs resmi Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang harus terkena getahnya. Dan berikut kalimat yang tertulis di laman situs tersebut yang berhasil diretas hacker.

“Pak, negara ini ahli pertaniannya banyak. Profesor di universitas-universitas dan juga ipb kan banyak. Presidennya juga doktor lulusan IPB, mbok ya apa-apa jangan impor. Masak Kedelai, Singkong, Buah-buahan, Beras, sampe Garam aja milih impor. Ganti aja nama departemennya jadi kementerian impor Republik Indonesia. Apa udah tinggal masa balik modal?”.

Apakah pemerintah segera menyelesaikan polemik ini khususnya terkait dengan bahan pokok kedelai? Jika tidak segera dituntaskan, mungkin rakyat akan menjerit seperti pesan yang ditinggalkan hacker berikut:

“Sial bener jadi rakyat, kemarin lombok dimahalin, manut. Apa-apa dimahalin manut juga. Andalannya cuma tahu tempe, eh susah juga, apes-apes, makan apa ya?”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda