Scroll to Top

SuperMUC, Superkomputer Tercepat Di Eropa

By Ditya / Published on Saturday, 28 Jul 2012

Leibniz Supercomputing Centre (LRZ) dari Bavarian Academy of Sciences baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke 50 dengan meluncurkan superkomputer bernama SuperMUC yang merupakan superkomputer tercepat di benua Eropa.

Superkomputer bernama SuperMUC ini dibangun oleh ‘the big blue’ IBM ini merupakan superkomputer berbasis x86 tercepat di eropa sekaligus tercepat nomor empat di dunia.

Seperti yang dilansir dari ArsTechnica (27/07/2012), superkomputer canggih asal Jerman ini menggunakan sistem operasi SUSE Linux Enterprise Server (SLES) yang merupakan distro Linux asal Jerman yang kini telah diakuisisi oleh Novell.

Spesifikasi superkomputer SuperMUC ini cukup menakjubkan. SuperMUC ditenagai oleh 18.432 prosesor Intel Xeon E5-2680 8-core dengan kecepatan 2,7GHz, dengan total jumlah core atau inti pemrosesan di SuperMUC mencapai 147.456 core dan didukung memori sebesar 324 terabyte serta mampu menghasilkan kinerja hingga 3 petaflop.

Pihak SUSE mengatakan bahwa superkomputer SuperMUC ini dilengkapi sistem pendingin yang unik yang terinspirasi ileh sirkulasi darah manusia yang secara signifikan mampu mengurangi panas dan konsumsi daya. Superkomputer SuperMUC sendiri mengkonsumsi daya hingga 3422.67 kilowatt.

Penggunaan sistem operasi SUSE Linux Enterprise Server (SLES) ini dikarenakan Linux asal Jerman ini memiliki pengaruh kuat di Eropa dan juga memiliki ikatan kuat dengan komunitas ilmiah Eropa sehingga kedekatannya dengan SUSE akan memudahkan berkolaborasi.

“Sejak 1998, kami telah mengandalkan pada SUSE untuk kinerja sektor komputer kami di LRZ. Saat itu, penting untuk kami karena SUSE menyediakan fitur teknis yang tidak dimasukkan dalam distribusi Linux lainnya.”

“Tapi yang juga penting adalah sekitar geografis, koneksi langsung ke tim pengembang dan manajemen produk di SUSE dan waktu dukungan cepat respon mereka. Ini masih merupakan keuntungan besar bagi kita dan mengapa semua kinerja tinggi kami komputer dan sistem yang paling lain berjalan di SUSE Linux Enterprise Server, ” kata Dr Arndt Bode,kepala peneliti LRZ.

Sistem operasi SUSE Linux Enterprise Server berjalan pada sepertiga dari top 25 superkomputer yang ada di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda