Scroll to Top

Jose Mourinho: Pemain Portugal Menderita di Real Madrid

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 28 Jul 2012

Pepe Carvalho Coentrao Pemain Portugal di Real Madrid

Berada di klub sebesar Real Madrid mungkin menyenangkan bagi banyak pemain, namun tidak demikian yang terjadi pada para pemain Portugal, setidaknya dalam pikiran seorang Jose Mourinho. Siapakah yang dimaksud The Special One? Cristiano Ronaldo, Pepe, Ricardo Carvalho, atau Fabio Coentrao?

Kehadiran Jose Mourinho sebagai pelatih Real Madrid semakin menambah citarasa Portugal bagi klub ibukota Spanyol. Di musim pertamanya, Mou memboyong Ricardo Carvalho, bek gaek asal Chelsea yang pernah bersekutu bersamanya ketika membela Chelsea. Musim kedua, giliran Fabio Coentrao yang diajak bergabung dengan nilai fantastis, 30 juta Euro.

Keduanya menemani dua pemain yang telah mapan terlebih dahulu. Sang bek tanpa kompromi Pepe dan penyerang yang tak bisa berhenti mencetak gol Cristiano Ronaldo. Kini, memasuki tahun ketiga Mou bersama Real Madrid, sang pelatih kontroversial mencetuskan pernyataan menarik, ia tidak akan membawa pemain Portugal lagi ke Santiago Bernabeu.

“Saya tidak akan membawa seorang pun pemain Portugal ke Real Madrid, kecuali jika saya benar-benar membenci orang tersebut. Alasannya, klub ini adalah tempat yang keras. Kita selalu ingin bertutur kata tentang pemain semacam Cristiano Ronaldo dan Pepe, yang selalu mempersiapkan di dengan baik dan memiliki mental mumpuni yang dapat membantu mereka kala menghadapi masa-masa sulit.”

Mou menjelaskan bahwa para pemain Portugal mendapatkan perhatian ekstra dibandingkan yang lain. Mereka dites setiap menit dalam setiap pertandingan hanya untuk melihat kesejajaran para pemain ini dengan para bintang Los Galacticos. Ambil contoh Fabio Coentrao yang musim lalu sempat dicerca habis-habisan ketika Bayern Muenchen menumbangkan Real Madrid 2-1 di Allianz Arena.

Sekadar menambahkan pendapat¬† The Special One, kita pun masih mengingat ketika dalam satu setengah bulan Los Blancos digasak dua kali oleh Barcelona di Santiago Bernabeu pada Desember 2011 dan Januari 2012. Kala itu, klan Portugal menjadi pihak yang paling disalahkan oleh media —-termasuk media pendukung Madrid seperti AS dan Marca—, selain strategi Jose Mourinho yang dianggap ‘takut-takut’ menghadapi agresivitas Barcelona.

(Marca)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda