Scroll to Top

Olimpiade London 2012: 5 Hal yang tidak Boleh Di-Tweet Atlit di Twitter Selama Olimpiade

By Ibnu Azis / Published on Tuesday, 31 Jul 2012

Olimpiade London 2012 memang sangat dekat dengan media sosial khususnya Twitter. Namun para atlit Olimpiade tidak diperkenakan sembarang nge-tweet di linimasa. Dan berikut beberapa hal yang tidak boleh di-tweet-kan selama Olimpiade London 2012.

Senjata api (senapan)

Komite Olimpiade Australia memberikan larangan media sosial bagi atlitnya selama Olimpiade berlangsung. Dan parahnya, mereka ‘menghukum’ mereka yang melanggar dengan langsung memulangkannya.

Senjata Api
Nick D’Arcy (kiri)

Hal ini dipicu oleh ulah Nick D’Arcy pada bulan Juni silam yang memosting fotonya yang menggunakan senapan di Facebook. Ia sendiri memiliki kelaukan buruk yang membuatnya ‘ditendang’ dari keikutsertaan Olimpiade Beijing 2008 lalu.

Pakaian renang

Perenang Australia Stephanie Rice memosting foto dirinya saat menggunakan pakaian renang di depan cermin. Ellie Gonsalves yang mengirimkan pakaian renang tersebut kemudian men-tweet foto serupa sebagai bentuk solidaritas.

Stephanie Rice
Stephanie Rice

Celakanya kemudian muncul tweet foto serupa dengan pakaian renang dengan desain yang sama namun yang menggenakan pakaian tersebut adalah sesosok pria.

Lelucon rasis

Paraskevi ‘Voula’ Papachristou harus ditarik dari keikutsertaannya dari Olimpiade London 2012 akibat lelucon rasis yang ia kicaukan.

Paraskevi Papachristou
Paraskevi ‘Voula’ Papachristou

Meski telah meminta maaf, namun tekanan politik yang muncul tak bisa menyelamatkannya dari keikutsertaan Olimpiade tahun ini.

Merajuk

Pahlawan Amerika Serikat, andalan di cabang renang Michael Phelps ternyata termasuk atlit yang gemar ‘merengek’.

Topi renang Michael Phelps
Topi renang Michael Phelps

Ia men-tweet foto kekecewaannya atas topi berenang barunya yang hanya memiliki bendera Amerika di satu sisi saja.

‘Hilang’ di London

Salah satu atlit Olimpiade Kerron Clement pada suatu ketika ‘hilang’ di London. Kala itu supir bos kesasar selama empat jam dan memaksa Kerron Clement men-tweet kegalauan yang ia alami.

Kerron Clement
Kerron Clement

Kala itu media London sempat ‘gila’ atas kasus hilangnya Kerron Clement. Dan warga London timur sempat marah akan tweet yang ia tuliskan.

“Kami telah hilang selama empat jam. Bukan kesan pertama yang baik di London. Atlit mengantuk, lapar, dan ingin buang air kecil. Bisakah kami tiba segera di ‘desa’ Olimpiade,” tulisnya.

Untungnya Kerron Clement langsung meminta maaf dan berkata jika dirinya sangat mencintai ibukota Inggris tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda