Scroll to Top

Liga Spanyol: Krisis Keuangan, Malaga Siap Menjual Lima Pemain Bintang

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 02 Aug 2012

santi cazorla-malaga

Selain Santi Cazorla yang terus dihubungkan dengan Arsenal dalam bursa transfer Liga Spanyol musim ini, Malaga siap menjual lima pemain bintang lain demi meredakan krisis ekonomi yang melanda klub. Mereka adalah Jeremy Toulalan, Isco Alarcon, Nacho Monreal, Salomon Rondon, dan Joaquin Sanchez.

Masa-masa emas Malaga bersama Syeikh Al-Thani sudah berlalu. Klub Andalusia kini tengah dihantam krisis keuangan. Hal yang membuat mereka sempat menunggak gaji empat pemain bintang.

Upaya menyelamatkan perahu Malaga agar tidak tenggelam, belum menemui titik terang. Setelah dikabarkan akan didekati oleh pengusaha Albania, Rezat Taci, mimpi tersebut kandas. Perwakilan Taci menyatakan bahwa pembelian Malaga hanyalah kabar burung semata.

Kini, demi mengatasi masalah internal, kubu La Rosaleda siap untuk menjual para pemain bintang mereka. Yang pertama hijrah kemungkinan Santi Cazorla yang tengah didekati Arsenal.

Namun, ini belum cukup. Masih ada lima pemain lain yang akan melakukan eksodus dari ‘kebun mawar’ Malaga. Mereka adalah Jeremy Toulalan, Isco, Nacho Monreal, Salomon Rondon, dan Joaquin. Nama-nama ini adalah kunci keberhasilan Malaga dalam meraih peringkat empat musim lalu.

Rondon, meski sedikit ‘mandul’ adalah alternatif Manuel Pellegrini atas Ruud Van Nistelrooy (kini pensiun) yang kehilangan taji. Toulalan, Joaquin, dan Isco adalah para gelandang yang membuat lini tengah Malaga layak bersaing dengan Barcelona atau Real Madrid. Sementara Nacho adalah bek kiri yang musim lalu bergantian tugas dengan Eliseu menjaga pertahanan Malaga.

Tidak hanya para pemain yang siap dijual, susunan pengurus juga mulai ditertibkan. Kini, tangan kanan Syeikh Al-Thani, Moayat Shatat, telah memegang status general manager. Direktur olahraga pun dialihkan pada sosok Alfonso Serrano.

Belum ada yang tahu masa depan Malaga. Namun, andai mereka kehilangan para pemain bintang, kisah indah dalam dua tahun terakhir, akan mirip dengan dongeng Cinderella dan sepatu kacanya. Klub yang musim lalu sukses meraih tiket ke Liga Champions —ladang uang terbesar di Eropa, bahkan untuk tim yang kalah sekalipun— kini tengah berjuang untuk sekadar bertahan hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda