Scroll to Top

Indonesia Pengguna Terbanyak Salah Gunakan Akun Facebook

By Ditya / Published on Friday, 03 Aug 2012

Asia Pasifik Sumbang 25% Total Pengguna FB

Indonesia menjadi negara dengan pengguna terbanyak yang salah gunakan akun  jejaring sosial Facebook. Turki menyusul Indonesia sebagai pengguna terbanyak yang salah gunakan akun Facebook.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, bahwa ada sekitar 83 juta lebih akun tidak sah atau akun palsu yang terdapat pada jejaring sosial yeng memiliki jumlah pengguna sekitar 995 juta atau hampir 1 miliar.

Seperti yang dilansir dari Tempo hari ini (03/07/2012), dari sekitar 955 juta akun Facebook, terdapat 8,7 persen aktif yang dinyatakan melanggar peraturan. Bentuk pelanggaran berupa akun ganda yang telah dimiliki oleh 1 orang yang kini naik hingga 2,8 persen.

Bentuk penyalahgunaan lain pada akun Facebook adalah penggunaan akun untuk aktifitas penipuan, spam atau pesan sampah hingga akun palsu.

Bentuk penyalahgunaan akun Facebook juga tercatat sekitar 2,4 persen mencakup penggunaan profil pribadi untuk bisnis atau profil untuk hewan peliharaan mereka.

Selain hal tersebut, juga tercatat sekitar 1,5 persen dari pengguna Facebook dikategorikan sebagai akun yang tidak diinginkan akibat tingkah lakunya di jejaring sosial.

Indonesia dan Turki disorot terkait penyalahgunaan akun jejaring sosial Facebook, karena dua negara ini mengalami pertumbuhan yang sangat cepat dan tercatat paling banyak melakukan penyalahgunaan akun.

Masalah penyalahgunaan akun ini dinilai akan mengganggu efektifitas pemasaran dan iklan yang terdapat pada jejaring sosial terbesar di dunia ini dan diperparah oleh kasus klik palsu dan “Like” palsu yang beberapa waktu lalu sempat diberitakan.

Maraknya aksi akun palsu, klik palsu hingga Like palsu dan diperparah dengan penyalahgunaan akun membuat beberapa pengiklan menantang Facebook untuk membuktikan bahwa klik pada iklan mereka adalah nyata.

BBC mencoba melakukan percobaan dengan mendirikan perusahaan palsu dengan nama VirtualBagel, dan BBC menemukan bahwa sebagian besar “Like” palsu berasal dari Asia dan Timur Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda