Scroll to Top

Akhirnya Christian Poulsen Pensiun dari Timnas Denmark

By Naqib Najah / Published on Tuesday, 07 Aug 2012

Gelandang bertahan Christian Poulsen resmi menggantungkan seragam timnas Denmark-nya. Di usianya ke-32, Poulsen tidak akan bermain lagi untuk laga internasional yang dijalani negaranya. Apa alasan eks. pemain Juventus ini?

“Keputusan saya bukan karena kurangnya ambisi. Ada pemain muda yang berdiri di hadapan saya, dan peran saya untuk tim adalah tidak lagi sama,” begitu tandas Poulsen seperti yang dilansir Sky Sport, (6/8).

“Karena itu saya pikir itu adalah keputusan yang adil untuk meninggalkan tempat di skuad dengan kekuatan baru, sebelum tim mulai turnamen baru.”

Poulsen yang saat ini bermain untuk tim sepak bola Prancis, Evian Thonon Gaillard FC, sempat mengenang masa di mana ia masih berusia 22 tahun dan terjun untuk putaran final Piala Dunia 2002. Baginya, partai itu adalah moment yang membahagiakan dalam hidupnya.

Ungkap Poulsen menceritakan kebahagiaannya: “Saya masih 22 tahun ketika saya masih di putaran final Piala Dunia tahun 2002, dan saya dapat melihat kembali pertandingan yang menarik dan empat turnamen dengan tim nasional.

“Saya senang dan sangat bangga dengan karir saya dengan tim nasional Denmark.”

Dalam hal ini, Cristian Poulsen sangat berterima kasih kepada Morten Olsen yang telah berjasa banyak atas karirnya.

“Dan saya juga berterima kasih kepada Morten Olsen atas dampak positif terhadap karir saya baik di tim nasional maupun klub. Saya akan kehilangan kesatuan kami yang sangat khusus di skuad dan saya ingin rekan-rekan dan pelatih yang terbaik untuk masa depan.”

Morten Olsen

Menanggapi pensiunnya gelandang bertahan yang juga pernah menginjakkan kaki di Anfield itu, Olsen berkata:

“Cristian memiliki dampak tak ternilai di tim nasional selama 10 tahun ia membela. Dia telah membantu untuk memenangkan pertandingan yang menentukan. Juga di luar lapangan, pendekatan profesional membantu untuk mengangkat intensitas dan tingkat persaingan dalam skuad. Ini jelas tidak mudah baginya untuk kehilangan tempat permanen di tim, tapi dia telah bertindak secara jujur dan profesional. Dia membantu untuk mendorong pemain lain pada saat ia datang 10 tahun silam, dan sekarang dia mengambil sebuah keputusan yang cukup dimengerti dan logis. Kami akan berterima kasih kepadanya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda