Scroll to Top

Antara Tidur, Mimpi, dan Kesehatan Mental

By Ilham Choirul / Published on Monday, 01 Aug 2011

Tuhan menciptakan otak dengan cara kerja yang istimewa. Bagian tubuh inilah yang menjadi sentral terhadap seluruh aktivitas manusia, baik secara sadar maupun bawah sadar. Otak tidak pernah berhenti bekerja sekali pun seseorang tertidur. Bahkan, otak masih sempat memberikan pemiliknya mimpi selama tidur.

Otak adalah memori yang tidak pernah berhenti merekam kejadian saat manusia sadar. Indera manusia membantu otak untuk menerjemahkan segala sesuatu di sekitarnya. Rekaman berkesan yang diterima otak, kadang dimunculkan lagi dalam mimpi. Misalnya, saat di jalan Anda melihat seorang gadis cantik yang menawan hati, otak dapat menampilkan kembali gambaran wanita tersebut.

Proses bekerja otak saat terjadi mimpi itu lebih aktif dibanding kala beraktivitas dalam keadaan sadar. Proses berpikir tetap berlangsung. Maka, jangan heran bila Anda bermimpi menemukan jawaban atas solusi masalah yang sedang Anda hadapi. Itu pertanda otak tetap bekerja sewaktu Anda tertidur.

Seseorang bermimpi hanya sekitar 100 menit dari total tidur malam normal 8 jam. Dari keseluruhan mimpi, hanya lima persen yang bisa Anda ingat. Biasanya, kejadian mimpi yang mampu diingat terjadi saat hendak bangun pagi.

Dalam siklus tidur, mimpi terjadi pada saat seseorang masuk ke tahapan “tidur REM (Rapid Eye Movement)”. Cirinya, mata Anda banyak melakukan gerakan sambil terpejam. Nah, reorganisasi otak dan perbaikan mental juga terjadi pada tahapan ini. Jadi, tidur dan mimpi sangat bermanfaat untuk menyegarkan pikiran dan juga badan Anda. Maka, jadikan tidur malam Anda berkualitas untuk kebaikan fisik dan mental Anda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda