Scroll to Top

PSSI: PT LPIS Siapkan Tim Selidiki Kasus Titus Bonai

By Agus Prasetyo / Published on Tuesday, 07 Aug 2012

Titus Bonai BEC Tero Sasana

Meski PSSI belum mengambil tindakan tegas mengenai kasus Titus Bonai, namun PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) akhirnya menerjunkan tim investigasi untuk mengusut dugaan keterlibatan salah satu anggotanya yang berinisial LM.

Pasalnya LM, diduga terlibat dalam pencatutan nama Persebaya dalam kasus transfer Titus Bonai ke tim Thai Premier League BEC Tero Sasana.

CEO LPIS Widjajanto (Selasa 7/8/12) menjelaskan bahwa pihaknya menerjunkan tim untuk menginvestigasi, karena ada anggotanya yang diduga bermain dalam kasus transfer Titus Bonai.

“Sekarang masih dalam tahap awal. Kita sedang kumpulkan informasi yang ada” ungkap Widja seperti yang dilansir Beritajatim.

Dalam masalah ini, Widja menegaskan bahwa LM bukanlah agen Tibo. LM hanya berperan sebagai penghubung antara Tibo dengan agen dari Thailand dan Eropa.

Titus Bonai

Yang menjadi masalah adalah pencatutan nama Persebaya dalam transfer Tibo ke BEC Tero. Padahal striker Timnas Indonesia ini masih terikat kontrak dengan Persipura hingga September 2012.

Sementara dalam aplikasi Transfer Matching System (TMS), harus tertulis data lengkap mengenai Tibo termasuk klub asalnya yakni Persipura.

“Sebenarnya sudah dijelaskan bahwa klub Tibo ikut breakaway league dan Tibo sebenarnya sudah mengundurkan diri” lanjut Widja.

Dari sinilah masalah muncul. Ada oknum yang mencantumkan nama Persebaya sebagai klub asal Tibo.

Kabarnya ada surat keluar dari Bajul Ijo, meski ketika dikonfirmasi CEO Persebaya Gede Widiade membantah hal itu. Menurut Gede, ia sama sekali tidak pernah mengeluarkan surat untuk Tibo.

“Soal penggunaan nama Persebaya inilah yang kini sedang kita investigasi” tutur Widja.

Widja juga menggarisbawahi bahwa penerjunan tim investigasi ini semata-mata karena ada dugaan anggotanya terlibat dalam kasus pencatutan nama Persebaya dalam transfer Tibo.

“Saya sendiri belum tahu dan belum pegang data itu, saya baru mendengar dari media. Tapi bila terbukti ada kesengajaan, yang bersangkutan bisa kita beri punishment” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda