Persib Bandung Logo

Sebanyak 36 klub eks anggota Persib Bandung baru-baru ini membentuk PT Persib 1933 dengan tujuan untuk meluruskan perihal kepemilikan saham yang dinilai sudah melenceng semenjak tim Maung Bandung berada di bawah penguasaan PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB).

“PT Persib 1933 ini dibentuk untuk meluruskan Persib khususnya dari struktur kepemilikan saham,” kata salah satu penggagas PT Persib 1933, Dudi Sutendi, di Bandung, Selasa (7/8/2012).

Dudi Sutendi menjelaskan kronologi permasalahan yang harus diluruskan. Pada 2009, saat PT PBB dibentuk, Ketua PSSI Kota Bandung yang juga menjabat sebagai Walikota Bandung, Dada Rosada, menitipkan saham 36 klub mantan anggota Persib sebesar 30% kepada PT PBB.

Hal tersebut terpaksa dilakukan karena pada waktu itu ke-36 klub pemilik saham Persib Bandung belum mengantongi badan hukum. Namun, yang terjadi kemudian, titipan saham tersebut justru diklaim menjadi milik pribadi.

”Tapi dalam perjalanannya, saham milik 36 klub itu jadi milik perorangan, bukan milik 36 klub,” kata Dudi Sutendi.

Mengapa saham ke-36 klub tersebut diklaim menjadi milik pribadi? Menurut Dudi Sutendi, saat itu saham tersebut dititipkan kepada 5 orang yang sekarang menjadi Komisaris PT PBB, yaitu Umuh Muchtar,  Zainuri Hasyim, Kuswara S Taryono, Iwan Hanafi, dan Yoyo S Adireja.

”Mudah-mudahan prosesnya selesai dalam waktu dekat sehingga PT Persib 1933 punya kekuatan hukum,” Dudi Sutendi berharap.