Scroll to Top

Neymar Solusi Ketergantungan Barcelona pada Lionel Messi?

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 09 Aug 2012

Barcelona vs Manchester United 0-0

Hasil seri 0-0 dalam duel Barcelona vs Manchester United, membuat media Spanyol menyebut sebuah penyakit lama El Barca: Messidependencia. Tim super yang selalu tampil atraktif ini, terlalu bergantung pada Lionel Messi dalam urusan mencetak gol. Tidak hanya saat melawan United, hasil seri 2-2 saat melawan PSG menjadi ‘bukti’ Messidependencia.

Empat pertandingan pra musim, 12 gol diciptakan El Barca. 2 lawan Hamburg, 8 melawan Raja Casablanca, 2 PSG, dan 0 Manchester United. Dari 12 gol tersebut 4 di antaranya berasal dari Lionel Messi; 3 gol murni di Maroko dan satu gol penalti saat melawan PSG. Sisanya, dibagi untuk Alexis Sanchez (2 gol), Dani Alves (2 gol), Gerard Deulofeu (2 gol), Sergi Gomez (1 gol), dan Rafinha Alcantara (1 gol).

Diakui atau tidak, ada dua titik lemah El Barca dalam empat laga pra-musim. Pertama, kurang tajamnya lini depan tanpa Messi, dan kedua, permainan babak kedua yang biasanya tak sebaik paruh pertama. Masalah kedua, mungkin akan hilang seiring dengan perjalanan waktu; ketika El Barca melakoni partai demi partai. Namun masalah pertama, kekurangtajaman, adalah penyakit yang sudah diderita sejak musim lalu.

Musim 2011-12, Lionel Messi menciptakan 73 gol, rekor gol terbanyak dalam tiga dekade terakhir di seluruh dunia. 50 golnya di Liga Spanyol juga rekor terbesar sepanjang sejarah Liga Spanyol —menyalip catatan Cristiano Ronaldo (41 gol) pada musim sebelumnya—.

Lionel Messi 10

Namun, di luar Messi tidak ada pencetak gol yang benar-benar maut. Cesc Fabregas dan Alexis Sanchez berbagi 15 gol. Jumlah yang terlalu minim mengingat El Barca tampil 64 kali musim lalu.

Dan laga pramusim kali ini, keadaan tak berubah. Cuma King Leo yang tampil luar biasa di barisan depan El Barca. Selebihnya, Alexis Sanchez belum cukup menjanjikan meski tampil impresif saat di Maroko. Ibrahim Afellay, pemain yang sepertinya akan menjadi bagian penting di era Tito Vilanova, bukan seorang target man.

Terlalu tinggi pula berharap Pedro Rodriguez akan mencetak setengah dari total gol Lionel Messi. Sementara, ketajaman David Villa belum diketahui. Ia bahkan belum dipastikan akan tampil melawan Dinamo Bucuresti.

Harapan ada pada Gerard Deulofeu, sang penyerang Barcelona B. Namun, kematangannya harus dilatih lagi dalam satu-dua tahun ke depan.
Melihat kenyataan yang ada, dan berkaca dari musim lalu, seorang penyerang baru sepertinya sangat dibutuhkan oleh El Barca. Terlepas Tito Vilanova lebih suka menambah bek.

Dan nama Neymar, pria yang kecepatannya bagai puting beliung yang menghantam Olimpiade London 2012, berkibar. Kehadirannya akan menjadi penyembuh Messidependencia.

Namun, kapan ia tiba di Camp Nou? Tahun ini, tahun depan, setelah Brazil 2014, atau sama sekali tak ada waktu untuk melihat duet Neymar-Lionel Messi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda