Scroll to Top

Gagal di Olimpiade 2012 Adalah Jalan Neymar ke Barcelona?

By Fitra Firdaus / Published on Monday, 13 Aug 2012

Neymar 2

Neymar dan Barcelona memiliki takdir unik sepanjang musim panas 2012. El Barca tak terkalahkan di ajang uji coba pra-musim, namun belum lepas ketergantungan dengan Lionel Messi. Di Inggris, Neymar gagal membantu Brazil juara di cabang sepak bola Olimpiade London 2012 setelah ditekuk Meksiko 1-2. Barcelona butuh pendamping Messi, dan kegagalan Neymar seolah menjadi jalan baginya untuk bergabung ke klub Catalan.

Harian pendukung Barcelona, Mundo Deportivo, menguak sebuah kebetulan unik seputar para pesulap Brazil yang bergabung dengan Barcelona. Mulai dari Romario, Ronaldo, Rivaldo, hingga Ronaldinho, semua datang ke Camp Nou setelah terluka di Olimpiade.

Romario adalah top skor di Olimpiade 1988 yang digelar di Seoul. 7 gol dilesakkan penyerang yang kehausan golnya dianggap setara dengan Pele. Namun, tetap saja Romario gagal memberikan medali emas untuk Brazil. Tim Samba, seperti tahun ini, takluk di partai puncak oleh Uni Sovyet lewat babak perpanjangan waktu. Lima tahun setelah terluka di Olimpiade, Romario berangkat ke Barcelona untuk menjadi salah satu pencetak gol terbaik di era Dream Team Johan Cruyff.

Neymar

Ronaldo, tampil di Olimpiade Atlanta 1996. Lima gol disarangkannya, namun lagi-lagi Brazil gagal mencari emas. Mereka tersingkir di semifinal oleh Meksiko, meski tercatat sebagai tim tersubur turnamen dengan 16 gol. Hanya berselang sesaat, di musim panas 1996, Ronaldo bergabung dengan Barcelona era Bobby Robson. Memulai parade golnya di Liga Spanyol.

Rivaldo, yang juga tampil di Atlanta 1996, membutuhkan waktu lebih lama daripada Ronaldo. Ia baru bergabung pada musim panas 1997, setahun setelah Olimpiade 1996. Menggantikan Ronaldo yang cuma bertahan semusim, Rivaldo menjadi ikon El Barca di akhir 1990-an hingga awal 2000-an.

Terakhir, sang maestro Ronaldinho. Si tonggos adalah bagian dari skuad Brazil di Olimpiade Sydney 2000. Lebih terluka daripada para seniornya, Dinho cuma membawa tim Samba hingga perempat final. Mereka ditekuk sang juara Kamerun lewat babak perpanjangan waktu. Dan, tiga tahun berselang, Ronaldinho berseragam Barcelona.

Neymar 3

Kini, takdir yang sama bisa jadi dirintis oleh Neymar. Seperti halnya Romario, Ronaldo, Rivaldo, dan Ronaldinho, ia terluka dalam perburuan Olimpiade. Alternatif pun merentang bagi Neymar. Apakah ia langsung datang seperti Ronaldo, atau butuh waktu lima tahun seperti Romario demi kepindahan Neymar ke klub masa depannya, Barcelona?

(Joan Poqui-Mundo Deportivo/Berbagai Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda