Scroll to Top

Pria Stres Lebih Menyukai Wanita Gemuk

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 14 Aug 2012

wanita gemuk

Pria yang sedang mengalami stres, lebih menyukai wanita yang memiliki tubuh lebih berat dibanding wanita bertubuh kurus atau langsing. Temuan yang diperoleh melalui penelitian Newcastle University di Inggris ini, seperti menampar pendapat bahwa wanita langsing yang kerap diperebutkan para pria dibanding wanita lebih gemuk.

Peneliti melibatkan 81 pria kulit putih berusia 18-42 tahun. Mereka dihadapkan pada situasi wawancara kerja yang memiliki aura penuh rasa stres. Di waktu kondisi diperkirakan sedang tercapai rasa stres dalam kondisi puncak, para pria diminta untuk memberikan peringkat preferensi  wanita berdasarkan ukuran tubuh melalui 10 foto. Foto itu terdiri dari gambar wanita dengan berbagai ukuran BMI. Para pria diminta menilai foto itu dengan skala sampai poin 9 dan memilih yang paling mereka sukai.

Hasilnya, para pria yang mengalami stres  ternyata memandang bahwa wanita gemuk lebih menarik dalam preferensinya. Seperti dikutip CBS News, mereka memberikan nilai lebih tinggi dibanding wanita kurus atau normal berat badannya.  Kebalikan dari itu, pria yang kondisi pikirannya tidak stres, lebih memilih wanita kurus atau normal sebagai wanita pilihannya. Mereka menilai wanita ini lebih menarik dibandingkan wanita yang gemuk.

Peneliti menduga, perbedaan preferensi ini berhubungan dengan faktor lingkungan. Orang yang sedang stres mungkin merasa jika anggapan wanita gemuk adalah sosok yang langka dan tidak lazim. Sehingga, pria stres cenderung mencari sesuatu yang baru dibanding anggapan pada umumnya.

“Situasi stres mungkin telah menurunkan subjek ‘harga diri sosial’,” kata Steve Gangestad, profesor psikologi di University of New Mexico, yang tidak terlibat dalam studi ini.

Sementara itu, menurut Martin Tovee, penulis studi, temuan ini menunjukkan bahwa preferensi ketertarikan terhadap lawan jenis itu bersifat fleksibel. Tidak ada patokan wanita lebih kurus lebih menarik dari wanita gemuk. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal PLoS ONE yang terbit 8 Agustus 2012.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda