Scroll to Top

PSSI Djohar Arifin Membuka Poin MoU Yang Tidak Banyak Diketahui Publik!

By Agus Prasetyo / Published on Saturday, 18 Aug 2012

Djohar Arifin Husin

Akhirnya Ketua Umum PSSI Djohar Arifin angkat suara berkaitan dengan gonjang-ganjing kinerja Joint Committee (JC) dalam mengatasi konflik dualisme pengurus sepakbola Indonesia.

Djohar Arifin pun membeberkan poin yang menurutnya tidak terlalu banyak diketahui oleh publik selama ini.

Adapun poin tersebut tertuang dalam MoU antara kubu PSSI, kubu KPSI pimpinan La Nyalla Matalitti, dan Tim Taskforce AFC di Malaysia. Dalam MoU tersebut, ada poin yang menyebutkan bahwa Kongres Ancol tidak ada.

“Dengan begitu, semua produk hasil kongres tersebut dianggap tidak ada. Termasuk pemilihan pengurus yang dilakukan” tutur Djohar seperti dilansir Beritajatim.

Menurut Djohar, poin tersebut tidak banyak diketahui oleh publik tanah air. Hal ini yang akhirnya membuat beberapa pihak salah dalam menafsirkan isi MoU tersebut.

“Informasi ini memang tidak banyak diketahui orang. Bahkan yang cenderung dimunculkan adalah Joint Committee (JC) berfungsi untuk mengambilalih tugas PSSI. Itu tidak benar” tegas Djohar.

“Tugas JC hanyalah menyatukan kompetisi. Kembalinya exco masuk ke PSSI. Caranya bagaimana. Kemudian merevisi statuta PSSI. Keempat membuat kongres untuk mengesahkan statuta PSSI. Joint Committee tugasnya hanya merumuskan untuk kemudian diserahkan ke task force dan sama sekali mereka tidak berhak membuat keputusan” pungkas Djohar.

Djohar Arifin pun berharap dengan adanya informasi ini, membuat masyarakat menjadi faham tentang isi dari MoU yang sebenarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda