Scroll to Top

Mark Zuckerberg Masih Pantaskah Memimpin Facebook?

By Ibnu Azis / Published on Sunday, 19 Aug 2012

Mark Zuckerberg Sedih

Tak ada yang meragukan Mark Zuckerberg di ranah teknologi. Ia pakar, ahli, bahkan maestro. Namun jika di sektor bisnis?

Well, tunggu dulu. Analis pun kerap memertanyakan. Apakah pria yang kerap memakai hoodie ini laik memimpin jejaring sosial semiliar umat Facebook?

The Los Angeles Times pada Jumat lalu menulis sebuah artikel yang sangat tajam.

Apakah pria yang keluar dari daftar 10 orang terkaya ini harus minggir dan membiarkan Facebook dipegang oleh figur yang lebih berpengalaman? NBC dan beberapa kritikus senada dengan sentimen yang serupa.

Pertanyaan ini muncul seiring dengan bobroknya Facebook di bursa saham. Bagaimana tidak, saham FB bahkan menyentuh titik nadir hingga USD 19,06 per lembar.

Bayangkan dengan saat pembukaan kala itu yang dibuka dengan harga USD 38 per lembarnya.

Masih dari tulisan The LA Times, analis kemudian menawarkan skenario, suami Priscilla Chan ini tetap menggawangi sisi kreatif jejaring sosial, namun untuk sektor bisnis, biarkan orang lain yang lebih berpengalaman dalam mengatur pundi-pundi dolar.

Mark Zuckerberg dinilai kurang pede dalam menjalankan perusahaan. Khususnya di bidang korporasi.

Ia memang jenius, cemerlang, namun untuk tingkat kedewasaan dan pengalaman dalam berbisnis patut dipertanyakan.

Analis juga menilai jika bos Facebook tersebut kurang peka dengan etika. Mark Zuckerberg kerap hadir dalam pertemuan dengan investor hanya mengenakan sepatu kets dan hoodie favoritnya. Dan tindakan ini dinilai tidak menghormati dunia usaha.

Situasi ini sejatinya hampir sama dengan apa yang dialamai oleh mendiang Steve Jobs tatkala merintis Apple.

Ia mengalami kecaman yang sama dengan apa yang dihujamkan ke Mark Zuckerberg.

Bahkan Steve Jobs hingga harus didepak dari Apple meski akhirnya kembali lagi dan menjadi salah satu CEO tersukses dalam sejarah.

Menurut Anda, apakah Mark Zuckerberg masih laik untuk memimpin Facebook atau pucuk kepemimpinan jejaring sosial favorit rakyat Indonesia ini harus diserahkan ke figur lain?

Tulis pendapat Anda di kotak komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda