Scroll to Top

PSSI La Nyalla (KPSI): Joint Committee Masih Punya Banyak Masalah!

By Aditya / Published on Monday, 20 Aug 2012

 

KPSI PSSI Tandingan

Pertikaian antara PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin dan KPSI alias PSSI hasil KLB versi La Nyalla Mattalitti mengenai kinerja Joint Committee (JC) atau Komite Gabungan terus berlanjut. Kali ini, pihak KPSI menyebut bahwa di dalam internal JC sebenarnya masih punya banyak masalah yang harus diselesaikan.

Salah seorang anggota Joint Committee dari wakil KPSI, Djoko Driyono, mengeluhkan kinerja Ketua Joint Committee, Todung Mulya Lubis, yang dinilai tidak efektif dalam bekerja. CEO PT Liga Indonesia itu meminta kepada Todung Mulya Lubis agar lebih jeli dalam memprioritaskan masalah mana yang harus didahulukan untuk diselesaikan di tataran Joint Committee.

“Seharusnya Pak Todung (Mulya Lubis) sebagai Ketua JC bisa memilah mana masalah yang bisa diselesaikan secara cepat atau ditunda dulu,” tukas Djoko Driyono di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sebelum membahas persoalan yang lebih rumit, Todung Mulya Lubis pun diminta untuk merampungkan masalah-masalah yang perlu diutamakan terlebih dulu. Kendati banyak mengalami kendala, Djoko Driyono masih berharap agar Joint Committee tidak berhenti di tengah jalan.

“Karena itu, saya merasa JC harus terus berjalan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang bisa diselesaikan lebih dulu,” harap Djoko Driyono.

Djoko Driyono mengungkapkan hal tersebut sebagai reaksi balasan atas pernyataan Todung Mulya Lubis yang menyesalkan tindakan PT Liga Indonesia dan KPSI yang bermaksud tetap menggulirkan kompetisi Indonesia Super League (ISL).

Padahal, masalah penyatuan dualisme kompetisi yang dibahas di tataran Joint Committee masih belum memperoleh titik temu. Bahkan, Todung Mulya Lubis menuding bahwa digulirkannya ISL tersebut merupakan bentuk sabotase terhadap Joint Committee.

“Apa yang mereka lakukan soal penetapan ISL tidak sejalan dengan tim Joint Committee. Saya melihat hal itu adalah sabotase terhadap tim Joint Committee,” sergah Todung Mulya Lubis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda