Banyak iklan yang menawarkan jasa membesarkan dan memanjangkan penis belakangan ini. Obat-obatan perangsang yang berafiliasi pada proses pembesaran penis pun  marak dijual. Tahukah Anda? Sebenarnya, tidak banyak wanita yang menginginkan pasangannya berpenis besar.

Ini terbukti dari hasil survey yang dilakukan MSNBC.com dan Elle.com pada Sex and Body Image Survey. Dari 52 ribu responden wanita yang disurvey online dari seluruh dunia, hanya 14 persen yang menginginkan pasangannya berpenis besar. Itu pun hanya ada 6 persen wanita yang menganggap penis pasangannya kecil. Jadi, besar kecilnya penis pria tidak berarti apa-apa selama pemakaiannya “tepat”.

Persepsi pria harus berpenis besar itu hanyalah mitos. Wajar saja, karena penis dianggap sebagai simbol keperkasaan pria terhadap wanita, untuk urusan bercinta.  Penis yang besar dianggap dapat meningkatkan gengsi dan harga diri. Padahal, seharusnya penis dipahami sebagai organ seks. Organ seks yang sehat ditambah permainan seks yang tepat, lebih mampu memberikan kepuasan. Penis besar bukan jaminan untuk memuaskan pasangan.

Perlu diketahui, syaraf vagina terbatas sekitar 8-9 centimeter saja. Kalau penis Anda sudah mencapai ukuran tersebut, maka tetap berpeluang besar memberikan kepuasan pasangan saat bercinta. Dan, untuk mencapai titik g-spot — yang diyakini sebagai titik paling sensitif di vagina — hanya perlu memasukkan penis sepanjang 2-3 centimeter. Jadi, tidak perlu berkeinginan memanjangkan atau membesarkan penis. Syukurilah berapa pun ukuran penis Anda.