Scroll to Top

Tak Puas Keputusan Djohar Arifin, Pengprof PSSI DKI Gelar Musdalub

By Agus Prasetyo / Published on Sunday, 26 Aug 2012

Wacana Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) DKI Jakarta menggelar musyawarah daerah luar biasa (Musdalub) kembali menghangat.

Pemicunya adalah sikap mantan Ketua Umum (Ketum) Pengprov PSSI DKI Jakarta, Hardi Hasan yang tidak puas dibekukan Djohar Arifin yang notabene Ketum PSSI pusat.

Hardi menganggap, kepemimpinannya tetap sah dan tidak mengakui adanya Rifaid Ismail, caretaker yang ditunjuk Djohar Arifin Husin.

Selain itu, upaya Hardi mempertahankan posisinya lantaran masih mendapatkan dukungan penuh dari anggota Pengprov PSSI DKI Jakarta.

Karena itu, Hardi mengaku akan menggelar Musdalub untuk menentukan Ketum baru pada Oktober 2012 mendatang.

“Rifaid Ismail sama sekali tidak mendapatkan pengakuan dari para anggota Pengprov PSSI DKI Jakarta. Sehingga, perlu ada pemilihan Ketum baru. Nantinya, Ketum baru harus yang mendapatkan restu dan dipercaya oleh anggota-anggotanya” terang Hardi yang menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI versi Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) seperti yang dilansir Bola.

Lebih jauh, Hardi mengakui tidak akan maju dalam bursa pemilihan Ketum tersebut. Sebab, dikatakannya ingin fokus membangun sepak bola di level pusat.

Selain itu dilanjutkannya, dualisme kompetisi dan kepengurusan PSSI baru bisa terselesaikan setelah adanya Kongres Luar Biasa (KLB) pada September mendatang.

“Mulanya, memang hanya menggelar kongres yang bertujuan mengesahkan perubahan statuta penyatuan kompetisi dan mengembalikan empat Exco yang dipecat PSSI. Namun, jika 2/3 pemilik suara PSSI menginginkan KLB, maka harus dilaksanakan” tuturnya.

Tagged as:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda