Scroll to Top

Luka Modric Datang ke Real Madrid untuk Menjadi Pemain Cadangan?

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 28 Aug 2012

Luka Modric

Keberhasilan Real Madrid memboyong Luka Modric dalam bursa transfer Liga Spanyol 2012 membuat kita sedikit bernostalgia. Sebelum eks playmaker Tottenham Hotspur datang ke Santiago Bernabeu, cuma ada tiga pemain Kroasia yang berkostum El Real. Dan, ketiganya mengalami masa-masa tak menyenangkan bersama Madrid. Apakah ini berarti kehadiran Luka Modric akan melanjutkan ‘kutukan’ yang menyelimuti para pemain Kroasia di klub ibukota Spanyol?

Kedatangan Luka Modric ke Real Madrid membawa cerita lama seputar nasib para pemain Kroasia di klub berjuluk Los Blancos ini. Pada era 1990-an, ada tiga senior Modric yang berkostum Real Madrid. Mereka adalah gelandang Robert Prosinecki (1991-1994), penyerang maut Davor Suker (1996-1999), dan bek sayap dengan tendangan geledek Robert Jarni (1998-1999). Di antara ketiganya, memang cuma Robert Jarni yang tidak bisa mengantarkan gelar. Namun, nasib sial menyelimuti para pemain ini ketika menjadi punggawa di Santiago Bernabeu

Datang pada 1991 dengan transfer mahal dari Red Star Belgrade, Prosinecki dihantam cedera yang membuatnya cuma bermain lima kali sepanjang musim. Di musim berikutnya, ia sukses membawa El Real merebut Piala Super Spanyol 1993 dengan menaklukkan Barcelona. Namun, sebelum musim keempat hadir, sang gelandang ditransfer ke Real Oviedo karena rentan cedera.

Davor Suker adalah pemain Kroasia tersukses di kubu El Real. Cuma tiga musim bersama Los Blancos, Suker membawa Madrid memenangi La Liga 1996-97, Piala Super Spanyol 1997, Liga Champions 1998, dan Piala Interkontinental (pendahulu Piala Dunia Antar Klub) di tahun yang sama. Di musim pertama, Suker menciptakan 24 gol –catatan terbaik dalam tiga musim ke depan—.

Pada akhirnya, meski berstatus sebagai top skor Piala Dunia 1998, Suker lebih sering duduk di bangku cadangan dan menyaksikan seorang pemuda bernama Raul Gonzalez tumbuh menjadi pichichi La Liga musim 1998-99.

Robert Jarni adalah yang paling tidak beruntung. Ia datang ke Real Madrid dengan harga 3,4 juta Euro. Cuma bertahan semusim di El Real, ia tampil 19 kali sebagai starter dan mencetak 1 gol.

Nah, apakah nasib Luka Modric musim ini akan serupa dengan para pendahulunya? Untuk mendapatkan posisi inti, ia harus bersaing dengan Mesut Ozil, playmaker asal Jerman yang kualitasnya tidak terbantahkan lagi. Namun, segalanya bergantung pada Modric sendiri.

Bukan tidak mungkin ia menjadi sosok penting bagi kubu Jose Mourinho. Ketika Ozil dan Sami Khedira hadir pada musim panas 2010 pun, keduanya dilabeli datang untuk menjadi penghangat bangku cadangan. Namun ternyata, duo pemain muda ini menjadi napas El Real. Jadi, mengapa Modric tak mampu melakukan hal serupa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda