Scroll to Top

PSSI Lapor AFC, Andi Darussalam Beri Kritikan!

By Agus Prasetyo / Published on Tuesday, 28 Aug 2012

Kisruh dualisme PSSI dengan KPSI, telah memasuki babak baru. Setelah KPSI tetap ngotot untuk melaksanakan kompetisi baru pada November mendatang dan membentuk timnas tandingan, PSSI pun bereaksi akan segera melaporkan KPSI kepada AFC.

Alhasil ancaman Todung Mulya Lubis, anggota Komite Gabungan dari kubu PSSI Djohar Arifin Husin mendapat kritikan dari mantan Dirut PT Liga Indonesia Andi Darussalam Tabussala.

Menurut Andi, apabila Komite Gabungan yang dibentuk di Malaysia pada 7 Juni lalu bekerja dengan baik, maka sengketa PSSI tidak akan terus bermunculan.

Dia bahkan meminta Todung agar melapor saja ke AFC supaya persoalan ini segera selesai.

“Kalau mau melapor, laporkan saja. Tidak usah pakai ancam-mengancam. Nanti biar KPSI (PSSI KLB Ancol-red) akan memberi penjelasan langsung siapa yang sebenarnya mengingkari MoU” kata Andi Senin (27/8/12).

Seperti diketahui, Todung mengancam akan melapor ke AFC karena PSSI pimpinan La Nyalla Mattalitti bakal membentuk timnas tandingan.

Selain itu, mereka juga bakal menggulirkan kompetisi Indonesia Super League (ISL) tanpa perundingan terlebih dulu dengan Komite Gabungan.

ISL sendiri merupakan kompetisi yang dikelola PT Liga Indonesia, dan menginduk ke PSSI La Nyalla.

Andi menilai, Todung tak memahami esensi dari persoalan kisruh sepak bola yang berkepanjangan ini.

“Dia (Todung-red) hanya terima MoU secara tertulis saja, akan tetapi tidak mengetahui bagaimana perundingan tersebut dilakukan, sehingga La Nyalla Mattalitti mau meneken perjanjian rekonsiliasi” ungkapnya.

Andi menilai pernyataan-pernyataan Todung maupun PSSI Djohar sangat aneh, apalagi ketika menyampaikan kewenangan Komite Gabungan.

Berdasar pernyataan yang disampaikan Todung dalam beberapa kesempatan, Joint Committee tak memiliki kewenangan untuk membahas timnas. Sebab hal itu tidak tertuang dalam MoU.

“Poin-poin MoU jelas bahwa Komite Gabungan memiliki kewenangan untuk menuntaskan persoalan sepak bola Indonesia, dalam hal ini persoalan dualisme federasi, statuta dan dualisme kompetisi. Pembentukan timnas masuk wewenang federasi, dan erat kaitannya dengan dualisme PSSI. Bagaimana bisa Todung menyebut kalau Komite Gabungan tak memiliki kewenangan apa-apa” ungkap Andi seperti yang dilansir Suara Merdeka.

Tagged as:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda