Scroll to Top

Orang Tua Makin Jarang Membacakan Cerita untuk Anak

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 28 Aug 2012

baca cerita

Budaya membacakan cerita kepada anak bisa dikatakan hampir punah sekarang. Kesibukan orang tua bekerja di siang hari menyebabkan mereka tidak terlalu peduli untuk memberikan hiburan ringan jelang waktu tidur anak. Studi yang dilakukan Richard Woolfson, seorang psikolog anak, menemukan banyak orang tua yang sudah malas membaca cerita bagi buah hati lantaran tersibukkan faktor ekonomi.

Dalam studi ini, Woolfson melakukan wawancara kepada 2.000 orang tua. Banyak orang tua yang mengatakan fisiknya mengalami kelelahan kerja untuk membacakan cerita buat anak. Setengah dari orang tua mengungkapkan, mereka seringkali terjebak dengan aktivitas kerja lembur sehingga tidak sempat menemani anak. Sepertiga orang lebih mengkhawatirkan keuangan rumah tangganya. Dan, 8 dari 10 orang tua merasa sangat tertekan secara permanen dalam urusan pekerjaan.

Sekitar 25 persen orang tua menyuruh orang lain untuk menggantikan peran membacakan cerita itu. Hanya ada 10 persen orang yang masih sempat membacakan cerita meskipun hanya sebulan sekali. Dan, ada 10 persen orang tua yang bahkan tidak pernah sama sekali membacakan cerita untuk anaknya.

Story time (waktu untuk bercerita) menjadi kunci untuk pengembangan masa kanak-kanak. Keberadaannya  terancam (punah) karena ketegangan dan stres pada  wajah orang tua hari ini. Namun (bercerita) adalah salah satu kegiatan yang paling santai untuk kedua orang tua dan anak,” kata Woolfson seperti dikutip Woolfson dari Daily Mail.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda