Scroll to Top

Ingin Mengeluh pada Bos di FB dan Tak Ingin Dipecat, Berikut Tipsnya

By Ibnu Azis / Published on Tuesday, 28 Aug 2012

Bos Facebook Ngamuk

Mulutmu harimaumu. Istilah ini bisa pula berlaku di Facebook bila pengguna tak berhati-hati dalam menulis update status. Tak sedikit kasus karyawan yang harus dirumahkan akibat mengeluh dan komplain terhadap bosnya di FB yang justru dipandang memberikan aksen negatif terhadap atasan.

Di Amerika Serikat kasus ini kerap terjadi. Misalkan saja pada 28 Oktober 2011 lalu, tatkala Manajer Pelanggan Walmart yang menuliskan sumpah serapah pada atasannya di jejaring sosial semiliar umat ini. Atau pada 9 November 2009 silam, seorang karyawan yang memanggil supervisor-nya dengan sebutan ‘dick’ akibat layanan mengecewakan yang diterima suami pegawainya, harus ihklas merelakan pekerjaannya.

Joshua Waldman, penulis buku A Student’s Guide to Surviving Facebook After College memberikan tips singkat bagaimana ‘cara mengeluh’ yang aman terhadap bos di Facebook yang meminimalisir pemutusan hubungan kerja, seperti dikutip dari Mashable, Selasa (28/08/12).

1. Utarakan keluhan Anda terkait dengan kondisi kerja

Usahakan terkait dengan kondisi pekerjaan yang sedang Anda tekuni. Misalkan saja soal masalah gaji, kemanan, kenyamanan, bonus, tunjangan, dan lainnya. Dengan kata lain, keluhan yang ditulis di Facebook harus memberikan manfaat terhadap pekerjaan lebih dari sekadar persoalan individu.

2. Tak hanya keluhan, namun memiliki follow up

Jangan hanya memosting keluhan dan keluhan. Fakta dan data yang dibeberkan (sesuai poin sebelumnya) tak akan cukup kuat jika tidak diikuti dengan tindakan lanjutan. Misalkan saja meminta dukungan pegawai lain, mengadakan rapat pekerja, maupun aksi lainnya yang dikoordinir melalui ‘keluhan’ di Facebook ini.

3. Memiliki dukungan lebih dari dua pekerja lainnya

Alangkah baiknya jika keluhan terhadap bos di Facebook ini memiliki dukungan lebih dari dua pekerja lain. Pegawai lain harus senada dengan ‘keluhan’ yang telah diposting. Dan mereka telah memahami dan mengerti keluhan tersebut  atau pekerja lain justru memiliki wawasan dan solusi lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda