Scroll to Top

Kontroversi Ahmad Dhani dan Yahudi

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 17 May 2011

Dani AhmadBerbicara tentang sosok Ahmad Dhani, mau tidak mau berbicara pula dengan kontroversi. Ia pernah dituduh menjiplak judul novel “Arjuna Mencari Cinta” untuk judul salah satu lagunya di album Cintailah Cinta. Lagu ini kemudian diubah judulnya menjadi “Arjuna” saja. Ahmad Dhani juga dituduh menghina Allah ketika menampilkan kaligrafi kufi Allah sebagai kover album Laskar Cinta. Lagi-lagi, Dhani mesti mengganti kover album. Dhani juga dipertanyakan keislamannya karena membuat lagi “Satu” yang konon dianggap menyebarkan pesan “Manunggaling Kawula-Gusti”. Belakangan, Ahmad Dhani juga dituduh sebagai agen Yahudi. Benarkah demikian?

 

Bom BukuBom Buku

Peristiwa bom bunuh diri di Cirebon beberapa waktu lalu, diikuti dengan bom buku yang mengarah ke beberapa titik di Jakarta, kembali mencatut nama Ahmad Dhani. Rumahnya disatroni sebuah buku berkover dirinya dengan judul Yahudi Militan. Ternyata, terdapat bom yang ditanam dalam buku tersebut. Beruntunglah Dhani, buku itu diledakkan sebelum ia membukanya. Namun, dari kejadian ini, muncul pertanyaan, bagaimana mungkin Dhani bisa dikaitkan dengan Yahudi? Jika dirunut lebih jauh, ternyata kebetulan Dhani sering bersinggungan dengan hal-hal berbau Yahudi, sengaja atau tidak.

 

Dewa 19 CoverKover Album Dewa 19

Dalam beberapa kover album Dewa 19, terdapat berbagai lambang yang konon sangat berbau “Yahudi” meskipun sebuah lambang bisa diartikan berbeda tergantung dari pemakainya. Misalnya, lambang piramida yang tertutup kabut pada album pertama mereka (tidak ada judul). Piramida yang tertutup kabut ini, disebut piramida tak selesai, konon merupakan simbol Yahudi atau Freemasonry (organisasi yang dihubung-hubungkan dengan Yahudi padahal bukan).

Simbol ini sendiri konon berarti perjalanan tahap demi tahap menuju Tatanan Dunia Baru (New World Order) yang diagungkan Freemasonry. Padahal, dalam tradisi sufi, piramida tidak selesai ini berkaitan dengan penyadaran manusia bahwa Allah sudah membuat manusia sebagai sosok yang nyaris sempurna (digambarkan dengan piramida tidak selesai). Kesempurnaan tersebut ditentukan oleh manusia, apakah ia bisa menemukan potongan terakhir piramida (mencintai Allah) atau tidak.

 

Bintang Lima DewaKover Album Bintang Lima

Terdapat juga lambang cinta yang mengepakkan sayap dalam album Bintang Lima. Sayap yang serupa ini konon milik penganut ajaran teosofi. Lambang yang sama dipakai sufi untuk mengekspresikan kebebasan cinta dan memberi penyadaran kepada manusia bahwa Allah hanya bisa didekati dengan cinta, bukan dengan ibadah yang penuh kebencian atau dengan fanatisme sempit agama.

 

Cintailah cinta DewaKover Album Cintailah Cinta

Dalam kover album Dewa 19 yang lain, Cintailah Cinta, terdapat lambang Mata Horus. Bagi kebanyakan orang yang menyukai teori konspirasi, lambang ini berarti pengawasan penuh Yahudi (dan Freemasonry) atas seluruh manusia. Namun, lambang ini bisa digunakan oleh para sufi untuk menunjukkan bahwa kemana pun kita berpaling, selalu ada wajah Allah yang senantiasa melihat setiap gerak-gerik kita; sehingga kita tidak akan berani melanggar larangan-Nya.

 

Bagi penggemar teori konspirasi, kover-kover Dewa 19 memang dekat dengan Yahudi. Namun, bagi orang yang berpikiran positif, penggunaan lambang itu bisa diartikan beragam. Mungkin saja lambang tersebut sudah umum dipakai, memiliki nilai jual tinggi, atau memiliki unsur-unsur idealism tertentu, dan seterusnya. Jadi, untuk apa menuduh Ahmad Dhani sebagai agen Yahudi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda