Scroll to Top

Hotman Paris Menolak Disebut Koruptor

By Ibnu Azis / Published on Friday, 31 Aug 2012

Hotman Paris

Hotman Paris Hutapea ikut mengritisi pernyataan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamen) Denny Indrayana yang menyatakan ‘Advokat Koruptor adalah Koruptor’. Kritik tersebut sejatinya pernah ia kemukaan di dua media internasional The New York Times dan The International Herald Tribun dua tahun lalu.

If say  I’m a clean lawyer, I’ll be a hypocrite, that’s all I can say. And if other lawyers say they are clean, they will go to jail, they’ll go to hell,” ujar Hotman Paris pada The New York Times yang dipublikasikan pada 23 April 2010 silam.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wamen Denny Indrayana menuliskan pernyataan yang cukup kontroversial di Twitter pada Sabtu (18/08/12) silam. Kala itu Denny Indrayana mengeluarkan statement yang menyebutk jika ‘advokat yang membela koruptor maka ia bisa disebut koruptor’.

Atas tweet kontroversialnya tersebut, Mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra men-tweet jika presiden berhak dijuluki sebagai presiden koruptor. Pakar hukum tata negara ini mengaku jika ia hanya meneruskan statement Denny Indrayana.

Lewat dua media internasional The New York Times dan The International Herald Tribun, Hotman paris menegaskan jika penghasilan seorang advokat atau pengacara bukan dalam konteks korupsi dan bukan dalam konteks sogok-menyogok untuk memuluskan urusan kliennya. Akan tetapi dalam konteks yang berbeda dengan pernyataan dari Denny.

“Hotman Paris membuat pernyataan tersebut dalam konteks kewajiban hukum dari seorang Advokat untuk merahasiakan masalah yang menyangkut kliennya baik yang menyangkut kejelekan, kesalahan, dan ketidaksalahan,” tulis Hotman Paris dalam press release yang diterima oleh SidomiNews, Kamis (30/08/12).

Denny Indrayana pasca tweet kontroversialnya kemudian mendapatkan serangan bertubi-tubi dari pelbagai kalangan termasuk OC Kaligis. Namun Wamen tersebut berkelit dengan mengatakan jika ia tak pernah menyebut profesi advokat itu kotor.

“Saya tidak menyebut profesi advokat itu kotor. Yang saya sebut advokat pembela kasus korupsi ada dua kriterianya, yaitu yang membela koruptor membabi-buta, dan yang tanpa malu menerima bayaran dari hasil tindakan korupsi,” ujar Denny Indrayana yang dikutip dari TribunNews, Jumat (31/08/12).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda