Scroll to Top

10 Hal yang Harus Dihindari Sebagai Orang Tua di Facebook

By Aisyah Indarsari / Published on Friday, 05 Aug 2011

Facebook sudah bukan merupakan jejaring sosial milik anak muda saja. Orang tua kita, Anda mungkin, sudah banyak yang merasa harus memiliki akun di platform sosial media paling populer dengan anggota sebanyak 750 juta ini.

Ada beragam motivasi bagi para orang tua yang ikut bergabung di Facebook. Ada yang hanya sekedar ikut-ikutan, dipaksa ikut teman alumni sekolahnya, sampai yang ingin ikut memantau kegiatan putra-putrinya di Facebook.

Nah, bagi Anda para orang tua atau kenalan Anda yang mungkin memiliki motivasi paling akhir dari yang disebutkan diatas, sebaiknya menyimak beberapa hal berikut agar putra-putri Anda tidak kecewa dengan Anda.

Seperti yang dikutip dari Allfacebook, hal-hal yang sebaiknya dihindari oleh Anda sebagai orang tua selama berinteraksi di Facebook adalah sebagai berikut:

1. Memasang nama mereka di nama akun Anda

Jika putra/putri Anda belum menginjak remaja, dan belum memiliki akun Facebook sendiri, tidak masalah jika Anda menamakan akun Anda dengan nama “Mamanya Alvaro” misalnya. Akan tetapi jika putra/putri Anda sudah cukup umur dan memiliki akunnya sendiri, tetapi Anda tetap memaksa menggunakan nama akun seperti itu, dan Anda masuk dalam daftar temannya di Facebook, bisa Anda bayangkan bagaimana tanggapan teman-teman putra/putri Anda terhadapnya.

2. Memposting foto bayi mereka di wall

Saat-saat balita pasti merupakan saat-saat paling menggemaskan bagi semua orang. Dan Anda tidak tahan untuk tidak memposting foto bayi putra/putri Anda yang sedang mandi di wall Anda. Sudah saatnya Anda sadar, saat ini putra-putri Anda sedang menginjak masa remaja yang penuh dengan obsesi penjagaan citra diri yang sebaik mungkin. Anda tidak akan membantu jika melakukan hal tersebut.

3. Berteman dengan teman-teman mereka

Walaupun sudah pasti teman-teman putra/putri Anda akan merasa jengah untuk menerima permintaan pertemanan dengan Anda, mereka pasti tidak sampai hati untuk menolak Anda. Seharusnya Anda yang bisa lebih mengerti situasi, bahwa yang anak-anak inginkan di jejaring sosial ini adalah interaksi yang asik dan menarik, yang menurut mereka tidak melibatkan orang tuanya, ataupun orang tua temannya.

4. Memposting hal-hal personal di wall mereka

Ada kalanya Anda merasa perkataan Anda di rumah tidak pernah diindahkan oleh putra/putri Anda. Jadilah Anda memposting di wall mereka: “Sayang, lain kali habis sekolah, langsung pulang kerumah ya, jangan ngeluyur kemana-mana”. Mungkin yang membaca posting itu bisa maklum kelakuan anak remaja. Tapi hal itu bisa juga menimbulkan kesan negatif untuk putra/putri Anda, yang bisa membuatnya malu dihadapan teman-temannya.

5. Menyukai Fan Page yang “kacangan“

Setelah menguasai Facebook dengan baik, Anda menyadari ada beberapa Fan Page yang Anda tertarik dengan temanya. Jika Fan Page tersebut biasa-biasa saja, mungkin tidak masalah. Lain halnya jika Anda tertarik dan memberikan “like” Anda untuk Fan Page yang mungkin dianggap putra/putri Anda ketinggalan jaman, tidak pantas atau bahkan “kacangan”. Bisa Anda bayangkan putra/putri Anda akan jadi bahan tertawaan di sekolahnya karena mengetahui orang tuanya menyukai Fan Page “kacangan” tersebut.

6. Menyukai atau mengomentari tentang apapun

Sama dengan penjelasan diatas, untuk menyukai (like) atau mengomentari hal apapun sebaiknya Anda mempertimbangkan bagaimana perasaan putra/putri Anda atau teman-temannya jika membacanya. Dengan kata lain, jagalah image Anda, agar putra/putri Anda bangga memiliki Anda di daftar teman Facebooknya.

7. Berperan sebagai mak comblang

Jika Anda memperhatikan interaksi yang terjadi di wall putra/putri Anda, dan Anda tertarik pada salah satu profil lawan jenisnya, jangan kemudian Anda memutuskan untuk bertindak sebagai mak comblang bagi mereka. Situasi diantara mereka nantinya tidak akan nyaman dengan adanya campur tangan Anda. Bukan tidak mungkin yang terjadi justru mereka putus pertemanan. Anda tidak ingin menjadi penyebabnya bukan?

8. Menggunakan singkatan bahasa gaul berlebihan

Bisa dipahami jika Anda ingin menyelami sejauh mungkin bagaimana cara Anda mendekatkan diri dengan putra/putri Anda. Salah satunya mungkin memahami apa yang sedang tren saat ini, termasuk singkatan bahasa gaul mereka. Misalnya LOL, OTW, dsb. Akan tetapi terkadang Anda bisa menjadi over acting dengan ikut-ikutan menggunakannya, karena bisa jadi secara tidak sadar Anda menggunakannya secara berlebihan. Kesannya jadi aneh bukan?

9. Memotong interaksi diantara mereka

Anda memantau wall putra/putri Anda dan membaca percakapan di wall yang memancing Anda untuk ikut bergabung. Hal ini akan terasa kurang etis jika tiba-tiba Anda memotong percakapan diantara mereka. Belum lagi jika teman putra/putri Anda akan merasa sungkan, dan bayangkan betapa malunya putra/putri Anda nantinya.

10. Selalu memastikan eksistensi Anda di akun Facebook mereka

Berteman dengan putra/putri Anda bukan berarti Anda bisa 24 jam memantau mereka. Interaksi putra/putri Anda dengan teman-temannya juga merupakan privasi mereka. Jangan sampai Anda mengatakan: “Maaf ya Ton, Alvaro ngga boleh pulang malam-malam. Jadi dia ngga bisa ikut pergi nonton dengan kalian besok” ketika Anda mengetahui seorang temannya memberinya message ajakan pergi di wall nya.

Sudah saatnya Anda memberikan kepercayaan kepada putra/putri Anda. Dengan menghormati privasinya di Facebook sebagai contohnya, putra/putri Anda juga akan belajar menghargai Anda sebagai orang tua terbaiknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda