Scroll to Top

Persib Bandung Ciptakan Poros Kamerun

By Agus Prasetyo / Published on Thursday, 06 Sep 2012

Abanda Herman

Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman, mengakui jika dirinya sudah mempersiapkan skema baru dalam permainan tim kebanggaan bobotoh itu pada Indonesia Super League (ISL) 2012/2013. Salah satu skenario yang sudah dirancangnya adalah poros Kamerun di tim utama pasukannya.

Pasalnya dari lima pemain asing yang akan berkostum Persib musim depan, tiga di antaranya adalah pemain berpaspor Kamerun.

Setelah mempertahankan Abanda Herman di sektor belakang, Djadjang merektur Herman Dzumafo Epandi di lini depan.

Poros Kamerun dilengkapi Djadjang dengan mendatangkan gelandang yang juga asal Kamerun, Claude Parfait Mbadi Messi.

Djadjang mengakui, Messi sebenarnya bukan pilihan utama di lini tengah. Sebab, sebelumnya yang dibidik adalah Zah Rahan (Persipura Jayapura) dan Gustavo Fabian Lopez (Persela Lamongan).

Disisi lain sejak beberapa musim terakhir, Maung Bandung menggunakan skema permainan dengan menempatkan empat bek untuk mengawal lini belakang.

Skema pertahanan yang sedang populer ini dipastikan bakal diteruskan oleh pelatih baru Djadjang Nurdjaman.

“Musim ini kita akan tetap memakai empat pemain bertahan. Masing-masing dua sebagai bek tengah dan bek sayap. Saya senang karena Persib memiliki cukup banyak pilihan” ungkap Djadjang seperti yang dilansir situs resmu klub.

Stok pemain belakang Maung Bandung saat ini memang cukup berlimpah dan siap pakai.

Untuk posisi bek tengah selain muka lama Abanda Herman dan Maman Abdurahman, pilihan lainnya adalah Jamie Coyne yang musim lalu berkostum Sriwijaya FC dan mantan bek Persibo Aang Suparman.

Sementara di posisi bek sayap bisa bernapas lega, karena memilih beberapa alternatif pilihan. Antara lain yaitu  Jajang  Sukmara, Tony Sucipto atau dua muka baru eks Sriwijaya FC Supardi dan M.Ridwan.

“Mereka punya kesempatan yang sama untuk menjadi pemain inti. Tergantung hasil latihan serta kesiapan masing-masing menjelang pertandingan. Biarlah mereka bersaing secara sehat” tutur Djajang.

Jika lini belakang dipastikan dikawal empat pemain, mantan asisten Rahmad Darmawan di Pelita Jaya ini mengakui formasi pemain di lini tengah dan depan bisa berubah-ubah.

Perubahan yang dimaksud yakni menurunkan empat pemain tengah dan dua striker alias 4-4-2 atau bisa juga 4-3-3 bahkan 4-2-3-1.

“Skema permainan mana yang akan digunakan berkaitan dengan strategi dan karakter permainan lawan yang dihadapi” tutup Djajang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda