Scroll to Top

Liga Spanyol: 3 Tahun Lagi Pemain Bintang Cuma Ada di Real Madrid dan Barcelona

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 06 Sep 2012

Atletico Madrid

Miguel Angel Gil Marin, CEO Atletico Madrid, mengeluarkan pernyataan pedas seputar perbedaan besar antara Barcelona dan Real Madrid dengan 18 tim lain di Liga Spanyol. Mulai dari masalah kualitas pemain hingga penghasilan yang jomplang. Jika hal ini terus terjadi, maka tiga tahun lagi, pemain bintang di La Liga cuma ada di Real Madrid dan Barcelona.

Dominasi Barcelona dan Real Madrid bagi Gil Marin sudah sangat mengganggu. Liga Spanyol seolah hanya milik mereka sendiri. Dua klub ini terbiasa berkejaran kemenangan demi kemenangan, sementara 18 klub lain hanya bisa terduduk lesu. Barca dan Madrid selalu menjadi headline, sementara 18 klub lain cuma pelengkap.

“Di sini (Liga Spanyol) saya yakin Madrid dan Barca akan kembali meraih 30 angka lebih banyak daripada tim yang duduk di peringkat ketiga.”

Gil Marin juga mengupas masalah pertandingan tengah hari. Ia menyebutkan ada ironi dalam penyusunan jadwal tersebut. Pertama, tidak sesuai dengan kultur Spanyol. Kedua, terlalu memihak Barcelona dan Real Madrid. Nyatanya, dua klub tersebut seperti dihalangi untuk bermain pada jam-jam tersebut.

“Secara pribadi, saya tak suka pertandingan tengah hari (pukul 12.00 waktu setempat) pada hari Minggu. Tidak ada tradisi demikian di Spanyol, tak seperti di Inggris. Tapi, jika kami harus berlaga pada jam tersebut karena ada kompensasi, kami akan melakukannya.”

“Sekarang, bukankah ada orang (dari pengelola liga) yang menyebutkan bahwa pertandingan tengah hari ditayangkan di China? Jika benar-benar membuka pasar, mengapa Real Madrid sangat sulit bermain pada jam ‘emas’ ini (musim lalu cuma dua kali)? Dan, mengapa Barcelona tak pernah bermain di tengah hari (jika benar-benar ingin membuka pasar di Asia)?”

Real Madrid

Gil Marin juga menyebutkan, situasi La Liga saat ini, dominasi Barcelona dan Real Madrid, secara tidak sengaja menghancurkan isi skuad 18 klub lain. Banyak pemain yang mesti dijual, banyak fans yang putus asa dengan kebijakan klub, dan semakin luas pula perbedaan duo El Clasico dengan klub lain.

“Lihatlah musim panas ini. Kecuali Athletic Bilbao dan Atletico Madrid, setiap klub (kecuali Madrid dan Barca) harus menjual para pemain bintang mereka hanya untuk bertahan hidup. Empat klub pernah mendatangi Falcao (Manchester City, Chelsea, PSG, dan Anzhi). Falcao bertahan karena kami berani mengambil risiko terhadapnya. Bayangkan, di Liga Spanyol, Emre Belozoglu mendapatkan gaji 2 juta Euro pertahun. Di Rusia, angkanya meningkat dua kali lipat.”

Sang CEO Atletico Madrid juga menyebutkan, persaingan di Liga Inggris lebih menjanjikan karena perbedaan antara klub papan atas dengan klub gurem sekalipun begitu tipis.

Tidak ada yang bisa memprediksi apakah Manchester United misalnya, bisa menang mudah atas klub promosi. Bertolak belakang dengan Liga Spanyol. Ia juga menegaskan, ujungnya, persaingan ketat akan berkorelasi dengan penghasilan.

“Kami harus melihat Liga Inggris. Manchester United kalah di pekan pertama (vs Everton 1-0) dan membutuhkan injury time untuk memenangi pekan ketiga (vs Southampton 3-2). Di sana, klub elite mendapatkan 1,5 kali lipat lebih banyak daripada klub terendah. Tapi, di Liga Spanyol, dua klub (Madrid-Barca) memperoleh 140 juta Euro. Lalu, klub terbaik ketiga? Hanya 40 juta Euro. Jika dilanjutkan, dalam tiga tahun ke depan, tidak ada lagi pemain bintang di Liga Spanyol kecuali di Barcelona dan Real Madrid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda